Jumat, 18 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Haji Isam Siap Akuisisi 30% Saham BYAN, Nilai Kepemilikan di Tiga Emiten Capai Rp93 Triliun

PT Jhonlin Baratama, milik Haji Isam, berencana akuisisi 30% saham PT Bayan Resources Tbk dengan nilai pasar sekitar Rp115 triliun, sementara total nilai kepemilikan sahamnya di tiga emiten mencapai Rp93,13 triliun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 07.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Haji Isam Siap Akuisisi 30% Saham BYAN, Nilai Kepemilikan di Tiga Emiten Capai Rp93 Triliun📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Jhonlin Baratama, perusahaan yang dikendalikan oleh Andi Syamsuddin Arsyad atau dikenal sebagai Haji Isam, resmi menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low pada 16 September 2026. Transaksi ini menargetkan pengalihan 10 miliar 500 juta saham biasa PT Bayan Resources Tbk (BYAN), setara dengan sekitar 30% dari total saham beredar. Proses penyelesaian masih menunggu pemenuhan syarat pendahuluan yang disepakati oleh kedua belah pihak, sehingga transaksi belum final.

Pada perdagangan terakhir sebelum pengumuman, saham BYAN mencatat kenaikan signifikan, ditutup di level Rp11.525 per saham, naik 1,54% dari posisi sebelumnya Rp11.350. Pergerakan tersebut menunjukkan respons pasar terhadap isu akuisisi, dengan saham sempat menyentuh level tertinggi Rp11.800 dan terendah Rp11.200 dalam sehari. Nilai pasar 10 miliar saham yang menjadi objek transaksi diperkirakan mencapai Rp115,25 triliun, menunjukkan skala besar rencana akuisisi tersebut.

Rumor sebelumnya menyebut Haji Isam menawarkan dana sebesar US$3 miliar untuk menguasai 62% saham BYAN. Dengan kurs Rp17.700 per dolar AS, nilai tersebut setara Rp53,1 triliun. Namun, jika diterapkan pada alokasi 30% saham, harga per saham akan berada di kisaran Rp5.300, jauh lebih tinggi dari harga pasar saat ini, menunjukkan potensi premium dalam transaksi tersebut.

Kekayaan Haji Isam yang tidak tercatat dalam daftar Forbes Real Time Billionaire dapat diperkirakan dari kepemilikannya tidak langsung di tiga emiten utama di Bursa Efek Indonesia. Melalui putrinya, Liana Saputri, ia menguasai 76,69% saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), sementara di PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) kepemilikannya mencapai 86,64% dan 76,91% melalui entitas yang dikendalikannya. Berdasarkan harga saham dan kapitalisasi pasar per 19 September 2026, nilai kepemilikan di ketiga emiten tersebut mencapai total Rp93,13 triliun.

Angka ini merupakan estimasi berdasarkan nilai pasar saham saat ini, bukan kekayaan bersih aktual, dan dapat berubah seiring fluktuasi pasar. Meskipun belum final, jumlah tersebut setara dengan US$5,25 miliar, menempatkannya di posisi yang kompetitif dengan pengusaha besar lainnya di Indonesia. Dengan peringkat kekayaan Low Tuck Kwong sebesar US$16,3 miliar, Haji Isam berpotensi masuk dalam jajaran 10 orang terkaya di Tanah Air jika dilihat dari nilai pasar aset saham yang dimilikinya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya