Antrean SPBU Sulsel Dibongkar: Oknum Isi BBM Pakai Tangki Diperbesar
Kementerian ESDM mengungkap praktik oknum memperbesar kapasitas tangki kendaraan untuk menyalahgunakan subsidi BBM, menyebabkan antrean panjang di SPBU Makassar.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 22.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap akar penyebab antrean panjang di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar. Menurut keterangan resmi, fenomena antrean yang mencapai puluhan kilometer tidak murni disebabkan kelangkaan pasokan, melainkan akibat praktik menyalahgunakan kapasitas tangki kendaraan secara sengaja. Kementerian menegaskan stok BBM nasional tetap aman dan mampu memenuhi kebutuhan hingga 18 hingga 20 hari ke depan.
Salah satu modus yang ditemukan adalah penggunaan tangki bahan bakar yang dimodifikasi melebihi kapasitas standar. Dalam praktiknya, kendaraan yang seharusnya memiliki kapasitas X justru dilengkapi tambahan tangki hingga mencapai X ditambah 50 hingga 75 persen. Tujuannya, agar bisa menampung BBM bersubsidi dalam jumlah besar, kemudian dijual kembali secara ilegal. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menyebut praktik ini telah terdeteksi secara luas dan menjadi salah satu penyebab utama antrian yang tidak wajar.
Untuk menangani persoalan ini, Pertamina Patra Niaga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengambil langkah strategis. Sebanyak 25 SPBU di Makassar mulai beroperasi nonstop selama 24 jam, demi memperluas akses masyarakat. Selain itu, operasi mobil tangki juga dilakukan secara terus-menerus, serta penambahan nozzle dan tenaga operator di titik-titik distribusi utama.
Pertamina juga memperkenalkan sistem ganjil-genap dalam pengisian BBM di beberapa SPBU untuk mengatur aliran kendaraan dan mengurangi tekanan pada fasilitas distribusi. Selain itu, tiga unit SPBU Modular diterjunkan sebagai titik distribusi tambahan, mempercepat penyebaran BBM ke wilayah padat penduduk. Semua langkah ini diambil untuk menjamin ketersediaan BBM bersubsidi secara merata dan mencegah penyalahgunaan yang merugikan masyarakat umum.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

38 Obat Alami Ilegal Berbahaya Ditemukan BPOM
BPOM mengungkap 38 produk obat alam ilegal yang mengandung bahan kimia berbahaya, termasuk primidenafil dan senyawa terlarang yang berisiko merusak organ vital.
17 September 2026
2 Eks Pejabat Kemenag Akui Dapatkan Dana dari Fee Haji
Dua mantan pejabat Kemenag diduga menerima uang dari fee percepatan haji, termasuk pembelian rumah dan mobil mewah.
17 September 2026

Prabowo Tegaskan Penindakan Ribuan Tambang Ilegal
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen tegas menutup ribuan tambang ilegal yang merusak sumber daya alam dan mengancam keberlanjutan lingkungan.
17 September 2026

Presdir Summarecon Terjaring OTT KPK Terkait Proses HGB
PT Summarecon Agung Tbk. menyatakan dukungan terhadap asas praduga tak bersalah menyusul penangkapan Presiden Direktur Adrianto Pitojo Adhi dalam operasi tangkap tangan KPK terkait pengurusan sertifikat hak guna bangunan.
17 September 2026
Berita Lainnya

LRT Kelapa Gading-Manggarai Beroperasi Gratis Delapan Hari
Kamis, 17 September 2026, 22.47 WITA

Kelok 23 Resmi Uji Coba, Tawarkan Akses dan Pemandangan Baru
Kamis, 17 September 2026, 22.45 WITA

Meja Makan di Canggu yang Menyentuh Rasa dan Jiwa
Kamis, 17 September 2026, 22.45 WITA

VinFast Perkenalkan Ekosistem EV Lengkap di GIIAS Bandung 2026
Kamis, 17 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan Tiga Produk Wearable Baru di Indonesia
Kamis, 17 September 2026, 22.36 WITA

BUK Migas Langsung di Bawah Presiden dalam RUU Baru
Kamis, 17 September 2026, 22.35 WITA

Indonesia Resmi Jalani Prosedur Aksesi ke Bank BRICS
Kamis, 17 September 2026, 22.35 WITA

Realisasi Anggaran MBG Capai Rp139 T, Penerima Manfaat Lebih dari 56 Juta Jiwa
Kamis, 17 September 2026, 22.35 WITA


