Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Antrean SPBU Sulsel Dibongkar: Oknum Isi BBM Pakai Tangki Diperbesar

Kementerian ESDM mengungkap praktik oknum memperbesar kapasitas tangki kendaraan untuk menyalahgunakan subsidi BBM, menyebabkan antrean panjang di SPBU Makassar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 22.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Antrean SPBU Sulsel Dibongkar: Oknum Isi BBM Pakai Tangki Diperbesar📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap akar penyebab antrean panjang di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar. Menurut keterangan resmi, fenomena antrean yang mencapai puluhan kilometer tidak murni disebabkan kelangkaan pasokan, melainkan akibat praktik menyalahgunakan kapasitas tangki kendaraan secara sengaja. Kementerian menegaskan stok BBM nasional tetap aman dan mampu memenuhi kebutuhan hingga 18 hingga 20 hari ke depan.

Salah satu modus yang ditemukan adalah penggunaan tangki bahan bakar yang dimodifikasi melebihi kapasitas standar. Dalam praktiknya, kendaraan yang seharusnya memiliki kapasitas X justru dilengkapi tambahan tangki hingga mencapai X ditambah 50 hingga 75 persen. Tujuannya, agar bisa menampung BBM bersubsidi dalam jumlah besar, kemudian dijual kembali secara ilegal. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menyebut praktik ini telah terdeteksi secara luas dan menjadi salah satu penyebab utama antrian yang tidak wajar.

Untuk menangani persoalan ini, Pertamina Patra Niaga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengambil langkah strategis. Sebanyak 25 SPBU di Makassar mulai beroperasi nonstop selama 24 jam, demi memperluas akses masyarakat. Selain itu, operasi mobil tangki juga dilakukan secara terus-menerus, serta penambahan nozzle dan tenaga operator di titik-titik distribusi utama.

Pertamina juga memperkenalkan sistem ganjil-genap dalam pengisian BBM di beberapa SPBU untuk mengatur aliran kendaraan dan mengurangi tekanan pada fasilitas distribusi. Selain itu, tiga unit SPBU Modular diterjunkan sebagai titik distribusi tambahan, mempercepat penyebaran BBM ke wilayah padat penduduk. Semua langkah ini diambil untuk menjamin ketersediaan BBM bersubsidi secara merata dan mencegah penyalahgunaan yang merugikan masyarakat umum.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya