Insentif Dapur MBG Disesuaikan Berdasarkan Kapasitas dan Kualitas Layanan
BGN menyusun perubahan skema insentif Rp6 juta per hari untuk dapur MBG, dengan penyesuaian berdasarkan kapasitas produksi, jumlah penerima manfaat, dan standar kualitas pangan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 07.29 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan perubahan skema insentif operasional bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sebelumnya memberikan alokasi tetap Rp6 juta per hari tanpa mempertimbangkan perbedaan kapasitas layanan. Kepala BGN Sudaryono menyatakan bahwa aturan baru ini sedang dalam tahap harmonisasi dengan Kementerian Keuangan, meski proses tersebut memerlukan waktu lebih panjang dari yang diharapkan. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini ditujukan untuk menciptakan keadilan dalam penyaluran dana dan meningkatkan efisiensi program.
Pembaruan skema insentif akan memperhitungkan variabel seperti jumlah penerima manfaat, kapasitas produksi, serta kualitas pangan yang disajikan. Menurut Sudaryono, sistem yang sebelumnya menerapkan pembayaran seragam tidak memperhatikan perbedaan kondisi lapangan, sehingga perlu direvisi agar lebih akuntabel dan berbasis kinerja. Dalam praktiknya, dapur yang melayani lebih banyak penerima manfaat dan memiliki standar operasional tinggi akan mendapatkan insentif yang lebih besar, sebaliknya, dapur dengan kapasitas rendah tetap mendapat dukungan sesuai kebutuhan.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menambahkan bahwa penataan data penerima manfaat menjadi salah satu fondasi utama dalam penyusunan formula baru. Setelah data diverifikasi dan dinyatakan valid, insentif tidak lagi bersifat tetap, melainkan dinamis sesuai kinerja dan kebutuhan lapangan. Selain itu, BGN juga mempertimbangkan indikator kualitas seperti keamanan pangan, standar gizi, dan keberlanjutan layanan sebagai bagian dari penilaian alokasi dana.
Proses penataan jaringan SPPG juga dilakukan secara bertahap, termasuk penggabungan dapur di wilayah dengan jumlah penerima manfaat yang terbatas untuk menghindari pemborosan sumber daya. Langkah ini sejalan dengan upaya optimalisasi efektivitas program, terutama dalam konteks distribusi bantuan pemerintah yang berbasis pada kinerja dan dampak nyata. Perubahan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan dan akuntabilitas anggaran dalam program Makan Bergizi Gratis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prabowo Ungkap Skema Ekspor Satu Pintu untuk Hentikan Kebocoran Negara
Presiden Prabowo Subianto memaparkan asal mula kebijakan ekspor satu pintu melalui DSI untuk mengatasi kerugian negara akibat manipulasi laporan ekspor selama 34 tahun.
18 September 2026

RUU Keuangan Negara Harus Diposisikan sebagai Alat Politik Ekonomi
Tiga pakar ekonomi menekankan perlunya RUU Keuangan Negara yang tidak hanya administratif, tetapi juga mencerminkan nilai ekonomi politik, fleksibilitas defisit, serta fokus pada dampak nyata pembangunan.
18 September 2026

Rasio Pajak RI Mendekati 10%, DPR Soroti Kinerja Penerimaan
DPR memperingatkan penurunan rasio pajak Indonesia yang kini mendekati angka 10%, menyoroti kinerja penerimaan negara yang belum mencapai target dalam dua tahun terakhir.
18 September 2026

Haji Isam Siap Akuisisi 30% Saham BYAN, Nilai Kepemilikan di Tiga Emiten Capai Rp93 Triliun
PT Jhonlin Baratama, milik Haji Isam, berencana akuisisi 30% saham PT Bayan Resources Tbk dengan nilai pasar sekitar Rp115 triliun, sementara total nilai kepemilikan sahamnya di tiga emiten mencapai Rp93,13 triliun.
18 September 2026
Berita Lainnya

Influenza A Melonjak, Anak Usia Dini Paling Terdampak
Jumat, 18 September 2026, 07.47 WITA

Xiaomi Perkenalkan Tiga Perangkat Wearable Baru dengan Fitur Kesehatan dan Daya Tahan Tinggi
Jumat, 18 September 2026, 07.37 WITA

74 WNI Masih di Mocha, Kemlu Pantau Kondisi Secara Berkala
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

Antrean BBM di Makassar Disebabkan Perubahan Pola Konsumsi dan Penimbunan
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

Menlu Wakili Prabowo di Sidang PBB 2026
Jumat, 18 September 2026, 07.34 WITA

Hujan Lebat Picu Banjir di Mogadishu, Pemerintah Bentuk Tim Tanggap Darurat
Jumat, 18 September 2026, 07.33 WITA

Subsidi BBM Pakistan Diterapkan, Warga Kesulitan Akses
Jumat, 18 September 2026, 07.33 WITA

Adhi Karya Minta Maaf, Janji Tuntaskan Proyek LRT City
Jumat, 18 September 2026, 07.33 WITA


