Jumat, 18 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Hujan Lebat Picu Banjir di Mogadishu, Pemerintah Bentuk Tim Tanggap Darurat

Hujan deras semalaman mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Mogadishu, merusak rumah dan mengganggu akses, menyebabkan pemerintah daerah membentuk komite tanggap darurat untuk penanganan darurat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 07.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Hujan Lebat Picu Banjir di Mogadishu, Pemerintah Bentuk Tim Tanggap Darurat📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Hujan lebat yang mengguyur ibu kota Somalia sejak malam hari menyebabkan genangan air meluas di berbagai ruas jalan, terutama di wilayah strategis seperti Jalan Km4. Beberapa rumah di Distrik Shangani rusak akibat air meluap, sementara mobilitas warga terhambat parah, dengan banyak kendaraan terjebak di tengah genangan. Tidak ditemukan korban jiwa hingga saat ini, namun kerusakan infrastruktur dan keterbatasan akses menjadi perhatian utama.

Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah daerah Banadir segera membentuk komite tanggap darurat. Komite ini dipimpin oleh Wakil Gubernur Bidang Pekerjaan Umum, Abdumajid Dahir Aden, dengan tugas utama mengkoordinasikan penanganan darurat, memastikan akses jalan kembali dibuka, dan menangani risiko banjir berulang. Penjabat Wali Kota Mogadishu sekaligus Wakil Gubernur Banadir bidang Keamanan dan Politik, Mohamed Ahmed Diriye Yabooh, menegaskan pentingnya kerja cepat dan terkoordinasi untuk menekan dampak bencana.

Upaya penanganan fokus pada pembersihan saluran drainase, evakuasi warga di zona rawan, serta pendistribusian bantuan bagi yang terdampak. Warga di beberapa titik terpaksa mendorong kendaraan yang terjebak, menunjukkan tingginya intensitas air yang menggenangi jalan. Dari hasil identifikasi, 14 wilayah di kota ini dikategorikan sangat rentan terhadap banjir akibat curah hujan tinggi, terutama di daerah dengan sistem drainase yang belum optimal.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk memperkuat sistem mitigasi bencana jangka panjang, termasuk peningkatan infrastruktur drainase dan pemantauan cuaca secara real time. Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk mengurangi kerentanan kota terhadap cuaca ekstrem yang kian sering terjadi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya