Hujan Lebat Picu Banjir di Mogadishu, Pemerintah Bentuk Tim Tanggap Darurat
Hujan deras semalaman mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Mogadishu, merusak rumah dan mengganggu akses, menyebabkan pemerintah daerah membentuk komite tanggap darurat untuk penanganan darurat.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 07.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Hujan lebat yang mengguyur ibu kota Somalia sejak malam hari menyebabkan genangan air meluas di berbagai ruas jalan, terutama di wilayah strategis seperti Jalan Km4. Beberapa rumah di Distrik Shangani rusak akibat air meluap, sementara mobilitas warga terhambat parah, dengan banyak kendaraan terjebak di tengah genangan. Tidak ditemukan korban jiwa hingga saat ini, namun kerusakan infrastruktur dan keterbatasan akses menjadi perhatian utama.
Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah daerah Banadir segera membentuk komite tanggap darurat. Komite ini dipimpin oleh Wakil Gubernur Bidang Pekerjaan Umum, Abdumajid Dahir Aden, dengan tugas utama mengkoordinasikan penanganan darurat, memastikan akses jalan kembali dibuka, dan menangani risiko banjir berulang. Penjabat Wali Kota Mogadishu sekaligus Wakil Gubernur Banadir bidang Keamanan dan Politik, Mohamed Ahmed Diriye Yabooh, menegaskan pentingnya kerja cepat dan terkoordinasi untuk menekan dampak bencana.
Upaya penanganan fokus pada pembersihan saluran drainase, evakuasi warga di zona rawan, serta pendistribusian bantuan bagi yang terdampak. Warga di beberapa titik terpaksa mendorong kendaraan yang terjebak, menunjukkan tingginya intensitas air yang menggenangi jalan. Dari hasil identifikasi, 14 wilayah di kota ini dikategorikan sangat rentan terhadap banjir akibat curah hujan tinggi, terutama di daerah dengan sistem drainase yang belum optimal.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk memperkuat sistem mitigasi bencana jangka panjang, termasuk peningkatan infrastruktur drainase dan pemantauan cuaca secara real time. Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk mengurangi kerentanan kota terhadap cuaca ekstrem yang kian sering terjadi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Influenza A Melonjak, Anak Usia Dini Paling Terdampak
Kenaikan kasus influenza A kini terjadi secara nasional, dengan anak usia 0–4 tahun menjadi kelompok paling banyak terinfeksi, meski fasilitas kesehatan tetap stabil.
18 September 2026

74 WNI Masih di Mocha, Kemlu Pantau Kondisi Secara Berkala
Kementerian Luar Negeri melaporkan 74 pelajar WNI masih berada di Kota Mocha, Yaman, dalam situasi ketegangan regional yang terus dipantau secara intensif.
18 September 2026

Antrean BBM di Makassar Disebabkan Perubahan Pola Konsumsi dan Penimbunan
Kementerian ESDM mengungkap penyebab antrean panjang di SPBU Makassar akibat pergeseran konsumsi ke BBM subsidi dan praktik penimbunan ilegal oleh oknum.
18 September 2026

Menlu Wakili Prabowo di Sidang PBB 2026
Menteri Luar Negeri Sugiono akan memimpin delegasi Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, sesuai arahan Presiden Prabowo yang fokus pada isu domestik.
18 September 2026
Berita Lainnya

Xiaomi Perkenalkan Tiga Perangkat Wearable Baru dengan Fitur Kesehatan dan Daya Tahan Tinggi
Jumat, 18 September 2026, 07.37 WITA

Prabowo Ungkap Skema Ekspor Satu Pintu untuk Hentikan Kebocoran Negara
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

RUU Keuangan Negara Harus Diposisikan sebagai Alat Politik Ekonomi
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

Rasio Pajak RI Mendekati 10%, DPR Soroti Kinerja Penerimaan
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

Subsidi BBM Pakistan Diterapkan, Warga Kesulitan Akses
Jumat, 18 September 2026, 07.33 WITA

Adhi Karya Minta Maaf, Janji Tuntaskan Proyek LRT City
Jumat, 18 September 2026, 07.33 WITA

Haji Isam Siap Akuisisi 30% Saham BYAN, Nilai Kepemilikan di Tiga Emiten Capai Rp93 Triliun
Jumat, 18 September 2026, 07.32 WITA

Mal Senayan City Tanggapi Viral Tindakan Kekerasan di Food Court
Jumat, 18 September 2026, 07.30 WITA


