BEI Jaga Independensi Meski Demutualisasi
Bursa Efek Indonesia menegaskan tetap menjaga independensi dalam proses demutualisasi, dengan aturan OJK yang membatasi kepemilikan saham mayoritas di bawah 50 persen.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 19.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa prinsip independensi akan menjadi fondasi utama dalam transformasi struktur kepemilikan melalui demutualisasi. Proses ini, yang sedang disiapkan secara matang, akan mengubah bentuk kepemilikan bursa dari bentuk kolektif menjadi entitas korporasi dengan pemegang saham baru. Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, menekankan bahwa aturan yang sedang dirancang oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara tegas menekankan perlindungan terhadap kemandirian bursa dalam pengambilan keputusan strategis.
Dalam rancangan Peraturan OJK, tidak diizinkan bagi satu pihak untuk memiliki porsi kepemilikan saham melebihi 50 persen. Meski demikian, komposisi akhir pemegang saham masih menunggu hasil keputusan bersama dari para pemegang saham saat ini. Iding menegaskan bahwa keberadaan pemegang saham mayoritas tetap diatur secara ketat, agar tidak mengganggu kemandirian operasional dan pengawasan bursa.
Beberapa skenario mekanisme demutualisasi sedang dipertimbangkan, termasuk rights issue, private placement, maupun penawaran umum perdana saham (IPO). Namun, hingga kini BEI belum menetapkan jadwal pasti untuk IPO setelah proses demutualisasi selesai. Iding menjelaskan bahwa pengalaman internasional menunjukkan jeda antara demutualisasi dan IPO bisa mencapai satu hingga dua tahun, tergantung kesiapan infrastruktur tata kelola dan organisasi.
Sebelumnya beredar informasi tentang komposisi kepemilikan saham pasca-demutualisasi, termasuk kemungkinan partisipasi Danantara dengan 40,12 persen saham. Namun, pihak Danantara menyatakan bahwa pembahasan masih berlangsung, dengan proses uji tuntas dan kajian internal yang belum selesai. Pemegang saham saat ini terdiri dari anggota bursa (87,38%), non-anggota bursa (1,94%), dan saham treasuri (10,68%), dengan perubahan komposisi yang masih menunggu finalisasi regulasi OJK.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Neta Siap Bangkit, Produksi SUV Dilanjutkan Setelah Restrukturisasi
Perusahaan induk Neta Auto di China resmi rencanakan pemulihan dengan akuisisi oleh konsorsium baru, fokus pada produksi SUV dan pemulihan layanan purnajual di Indonesia.
18 September 2026

Tidak Ada Kenaikan Tarif PPN, Pemerintah Tekankan Efisiensi Pemungutan
Pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan tarif PPN meski pendapatan pajak masih belum mencapai target, dengan fokus pada peningkatan efisiensi dan penguatan basis perpajakan.
18 September 2026

Pembiayaan APBN 2026 Tetap Dilanjutkan Lewat Surat Berharga Negara
Pemerintah mempertahankan strategi penerbitan SBN domestik untuk menutup defisit APBN 2026 sebesar 2,85% tanpa perubahan signifikan.
18 September 2026

Haji Isam Incar 30% Saham BYAN, BBM Pakistan Naik Tajam
Kebijakan subsidi BBM di Pakistan mulai berlaku, tetapi masyarakat kesulitan mendaftar, sementara Haji Isam dikabarkan akan akuisisi 30% saham PT Bayan Resources Tbk melalui entitas baru.
18 September 2026
Berita Lainnya

CitraLand Kendari Dirancang Jadi Pusat Bisnis dan Gaya Hidup Kota
Jumat, 18 September 2026, 19.54 WITA

Prabowo Dorong Pengembangan Bensin E50 Usai B50 Berlaku
Jumat, 18 September 2026, 19.47 WITA

Kuah Coto, Inovasi Warung Bakso di Kendari yang Menyatukan Dua Legenda Rasa
Jumat, 18 September 2026, 19.45 WITA

Kendari Diprediksi Alami Kekeringan Ekstrim pada Musim Kemarau 2026
Jumat, 18 September 2026, 19.40 WITA

OpenAI Ungkap Perilaku AI Bermasalah, Janji Laporan Transparan
Jumat, 18 September 2026, 19.39 WITA

Meta Dihadapkan Gugatan Soal Penggunaan Foto Pengguna untuk AI Wajah
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA

DeepSeek: Seruan Perlambatan AI Bentuk Kepemilikan Monopoli
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA

Mantan Pejabat Keuangan Buron ke Yunani Sebelum Vonis
Jumat, 18 September 2026, 19.36 WITA


