Jumat, 18 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Akhiri Pekan Menguat Tipis di Rp17.730/US$

Rupiah ditutup menguat 0,03% ke level Rp17.730/US$ pada Jumat (18/9/2026), meski masih melemah 0,82% sepanjang pekan, didorong kondisi fiskal yang terkendali dan pergerakan pasar global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 19.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Akhiri Pekan Menguat Tipis di Rp17.730/US$📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah berhasil menutup perdagangan pekan ini dengan penguatan tipis, berada di posisi Rp17.730 per dolar AS. Penguatan ini terjadi setelah sehari sebelumnya mengalami pelemahan 0,34% ke level Rp17.735/US$. Pergerakan harian berlangsung dalam kisaran Rp17.700 hingga Rp17.755, dengan puncak penguatan terjadi saat berada di level Rp17.700 sebelum kembali melemah menjelang penutupan pasar.

Meskipun berakhir di zona positif, rupiah tetap mencatatkan penurunan kumulatif sebesar 0,82% sepanjang pekan. Pergerakan mata uang nasional dipengaruhi oleh dinamika pasar global, terutama pergerakan indeks dolar AS (DXY) yang naik 0,08% ke posisi 100,326 pada pukul 15.00 WIB. DXY masih berada di atas level 100 dan mengalami kenaikan sekitar 1,4% dalam sepekan, meski sempat terkoreksi di awal pekan.

Faktor pendorong kenaikan dolar AS antara lain penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan penurunan harga minyak dunia, yang mengurangi kekhawatiran terhadap pasokan energi. Penambahan pasokan minyak mentah dari Arab Saudi melalui jalur Oman turut berkontribusi menstabilkan pasar energi. Kepala Strategi Pasar Bannockburn Forex, Marc Chandler, menyatakan bahwa pergerakan dolar saat ini sejalan dengan ekspektasi suku bunga AS, meski masih terjadi ketidaksesuaian antara perkiraan The Fed dan pasar.

Di dalam negeri, kinerja APBN hingga akhir Agustus 2026 menunjukkan keseimbangan yang terkendali. Defisit anggaran mencapai Rp240,1 triliun atau 0,9% dari PDB, dengan pendapatan negara sebesar Rp2.055,6 triliun (65,2% dari target) dan belanja mencapai Rp2.295,7 triliun. Namun, keseimbangan primer tetap mencatat surplus sebesar Rp154 triliun. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa APBN tetap kuat dan berjalan sesuai rencana, dengan defisit yang berada dalam batas terkendali.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya