Jumat, 18 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Menteri Minta Pemilik Mobil Mewah Hentikan Penggunaan BBM Subsidi

Menteri ESDM menyerukan penghentian penggunaan BBM bersubsidi oleh pemilik kendaraan mewah demi menjamin keadilan dan ketepatan sasaran subsidi energi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 15.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Menteri Minta Pemilik Mobil Mewah Hentikan Penggunaan BBM Subsidi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengecam praktik penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi oleh pemilik mobil mewah, yang dinilai bertentangan dengan prinsip keadilan sosial. Ia menyatakan keheranan atas masih banyaknya kendaraan premium yang memanfaatkan Pertalite dan Solar subsidi, padahal sumber daya tersebut sengaja dialokasikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Menurutnya, penggunaan subsidi oleh kalangan mampu justru mengurangi efektivitas program yang ditujukan untuk membantu yang benar-benar membutuhkan.

Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam memaknai subsidi sebagai bentuk keadilan, bukan hak semata. Ia menyampaikan imbauan langsung kepada masyarakat yang mampu, terutama pemilik mobil mewah seperti BMW, agar tidak memanfaatkan BBM subsidi. “Gunakan hati, bukan hanya kebutuhan pribadi. Subsidi ini untuk saudara-saudara kita yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa penerapan regulasi khusus untuk membatasi peralihan penggunaan BBM bersubsidi sedang dipertimbangkan, meski prosesnya membutuhkan waktu dan mekanisme yang matang. Namun, sebelum regulasi diterbitkan, imbauan moral menjadi langkah awal yang krusial. “Saya ingin menyampaikan ini secara langsung, agar masyarakat sadar bahwa subsidi harus tepat sasaran,” ujarnya.

Dalam konteks pribadi, ia menegaskan bahwa dirinya sendiri tidak pernah menggunakan BBM bersubsidi, meskipun ketersediaan bahan bakar tetap terjamin bagi semua lapisan masyarakat. Ia menekankan bahwa keberadaan subsidi bukan untuk memperkaya yang sudah kaya, tetapi untuk menopang kehidupan rakyat yang berpenghasilan rendah. “Jangan sampai yang mampu mengambil hak yang seharusnya untuk yang kurang mampu,” tegasnya lagi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya