Jumat, 18 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Defisit APBN Agustus 2026 Tetap Terkendali di 0,9% PDB

Defisit anggaran hingga Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,9% dari PDB, tetap dalam batas aman meski pendapatan di bawah target.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Defisit APBN Agustus 2026 Tetap Terkendali di 0,9% PDB📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir bulan Agustus 2026 menunjukkan kinerja yang terkendali, dengan defisit tetap berada pada level 0,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini mencerminkan konsistensi pemerintah dalam menjaga keseimbangan fiskal meskipun realisasi pendapatan negara belum mencapai target yang ditetapkan.

Pendapatan negara hingga Agustus tercatat sebesar Rp2.055,6 triliun, atau hanya 65,2% dari target APBN 2026, sementara belanja mencapai Rp2.295,7 triliun. Dengan selisih tersebut, defisit fiskal tercatat sebesar Rp240,1 triliun, tetap berada dalam batas yang ditetapkan. Pemerintah menegaskan bahwa kondisi ini tidak mengindikasikan tekanan fiskal berlebihan, melainkan hasil dari kebijakan yang disesuaikan dengan realitas ekonomi.

Menteri Keuangan menegaskan bahwa APBN tetap dalam posisi kuat, ditandai dengan keseimbangan primer positif sebesar Rp154 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah yang melampaui pendapatan didukung oleh pendapatan non-utang, sehingga tidak menambah beban utang secara signifikan. Ia menilai, perjalanan APBN dalam sembilan bulan pertama tahun ini berjalan sesuai rencana dan masih dalam jalur yang stabil.

Secara keseluruhan, proyeksi defisit APBN hingga akhir tahun 2026 diperkirakan mencapai 2,85% dari PDB, setara dengan Rp734,3 triliun, sedikit di atas target awal sebesar 2,68% PDB. Meski ada sedikit penyesuaian, pemerintah menilai angka ini masih dalam kisaran yang dapat dikelola dan tidak mengancam stabilitas makroekonomi jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya