Saham BYAN Tembus Batas Atas Pasca Pengalihan Kendali ke Haji Isam
Saham Bayan Resources (BYAN) melonjak 20 persen dan menyentuh batas atas perdagangan setelah diumumkan pengalihan kendali ke entitas milik Haji Isam.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 11.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pasar modal menunjukkan reaksi kuat terhadap pengumuman perubahan kendali perusahaan, dengan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) langsung mencapai level Auto Rejection Atas (ARA) pada perdagangan Jumat (18/9). Pembukaan perdagangan dimulai pada harga Rp13.825 per saham, mengalami kenaikan signifikan 19,96 persen dari penutupan sebelumnya di Rp11.525. Angka ini merupakan titik tertinggi sepanjang hari pada sesi pagi, menandai lonjakan permintaan yang sangat tinggi dari investor.
Pergerakan harga tersebut terjadi sehari setelah manajemen perusahaan mengungkapkan rencana pengalihan saham pengendali kepada PT Jhonlin Baratama, entitas yang dikendalikan oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau lebih dikenal sebagai Haji Isam. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan bahwa Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low, telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat pada 16 September 2026. Transaksi mencakup penyerahan 10 miliar 500 juta saham biasa BYAN, dengan penyelesaian tergantung pada pemenuhan berbagai kondisi pendahuluan.
Meskipun proses belum selesai, pasar langsung merespons positif. Nilai transaksi mencapai Rp51,07 miliar dengan volume perdagangan 37,04 ribu lot, sementara harga rata-rata tercatat di Rp13.789. Di pasar reguler, antrean beli mendominasi dengan sekitar 7.717 lot tersedia pada level harga tertentu, sementara antrean jual hanya mencapai 371 lot pada level Rp13.825. Hal ini menunjukkan minat beli yang sangat tinggi, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap perubahan kepemilikan.
Manajemen Bayan menegaskan bahwa rencana pengalihan tidak akan berdampak negatif terhadap operasional, kondisi keuangan, aspek hukum, atau kelangsungan usaha perusahaan. Dalam pernyataan resmi, disebutkan bahwa transaksi akan tuntas jika semua persyaratan terpenuhi. Sebelumnya, media melaporkan bahwa salah satu entitas milik Haji Isam telah mengajukan penawaran akuisisi senilai US$3 miliar, namun laporan tersebut belum diverifikasi secara independen.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Defisit APBN Agustus 2026 Tetap Terkendali di 0,9% PDB
Defisit anggaran hingga Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,9% dari PDB, tetap dalam batas aman meski pendapatan di bawah target.
18 September 2026

MUI Dorong Reformasi Penerimaan Negara Berbasis SDA dan SDM
MUI meminta Menteri Keuangan baru memperluas sumber penerimaan negara dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam dan manusia, sekaligus mendorong integrasi zakat sebagai insentif fiskal.
18 September 2026

Aliran Modal Asing ke RI Tembus Rp141,6 Triliun di Tiga Kuartal Pertama 2026
Aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia mencapai Rp141,6 triliun hingga kuartal III 2026, dominan melalui Surat Berharga Negara dan instrumen SRBI, meski pasar saham masih catat outflow.
18 September 2026

Pajak Nasional Tembus Rp1,41 Triliun, Capai 59,8% dari Target Tahunan
Penerimaan pajak hingga Agustus 2026 mencapai Rp1,41 triliun, tumbuh 24,1% dibanding tahun lalu, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan efektivitas reformasi perpajakan.
18 September 2026
Berita Lainnya

All New Pajero Hadirkan Legasi Baru dengan Teknologi Terkini
Jumat, 18 September 2026, 11.44 WITA

Xiaomi Pastikan Mobil Listrik Hadir di Indonesia
Jumat, 18 September 2026, 11.43 WITA

Robot Humanoid dan Anjing Digital Resmi Hadir di Indonesia
Jumat, 18 September 2026, 11.42 WITA

HP Meledak di Tas Penumpang KRL, Polisi Ungkap Penyebab Asap
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Bahlil Siapkan Badan Usaha Khusus Migas Langsung di Bawah Presiden
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo Tegaskan Tak Ada Birokrat yang Tak Bisa Disentuh
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo Perintahkan Siapkan E50 Usai Sukses B50
Jumat, 18 September 2026, 11.34 WITA

Pendapatan Negara Tembus Rp2,055 Triliun dalam Delapan Bulan
Jumat, 18 September 2026, 11.33 WITA


