Jumat, 18 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

HP Meledak di Tas Penumpang KRL, Polisi Ungkap Penyebab Asap

Asap yang muncul dari tas penumpang perempuan di KRL Stasiun Rawa Buntu disebabkan oleh dua ponsel yang mengalami overheating akibat korsleting baterai.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
HP Meledak di Tas Penumpang KRL, Polisi Ungkap Penyebab Asap📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peristiwa menegangkan terjadi pada pagi hari di gerbong khusus wanita KRL yang berhenti di Stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, ketika asap mengepul dari dalam tas seorang penumpang. Kepanikan sempat melanda penumpang, namun petugas kepolisian memastikan tidak ada ledakan. Menurut keterangan Aipda Herry dari Binmas Rawa Buntu, asap berasal dari dua perangkat telepon seluler yang berada dalam satu tas dan mengalami gesekan hingga mengalami korsleting internal.

Penyebab utama munculnya asap dari perangkat elektronik seperti ponsel terkait erat dengan kondisi baterai lithium-ion atau lithium-polymer. Ketika terjadi gangguan dalam struktur internal, seperti rusaknya lapisan pemisah (separator) antara katoda dan anoda, terjadi korsleting yang memicu reaksi panas berantai. Proses ini dikenal sebagai thermal runaway, di mana suhu terus meningkat hingga menyebabkan pembengkakan, kebocoran elektrolit, dan pelepasan gas yang dapat terbakar jika mencapai titik nyala.

Faktor pemicu overheating tidak hanya terjadi akibat usia baterai yang menurun, tetapi juga dari penggunaan berlebihan, pengisian daya saat perangkat sedang digunakan, paparan panas ekstrem seperti sinar matahari langsung, atau kerusakan fisik seperti ponsel terjatuh atau tertekuk. Selain itu, penggunaan charger dan kabel tidak original atau rusak juga meningkatkan risiko korsleting. Baterai yang sudah digunakan bertahun-tahun cenderung mengalami degradasi kimia dan mekanik, sehingga lebih rentan mengalami kegagalan.

Ketika baterai mengalami kegagalan, tanda-tanda fisik seperti perangkat terasa panas berlebihan, tercium bau terbakar, layar terangkat, atau bodi menggembung menjadi indikasi bahaya. Jika terjadi, pengguna diminta segera mematikan perangkat dan tidak menggunakannya lagi hingga diperiksa di pusat servis resmi. PCMag menyarankan menjaga daya baterai antara 30 hingga 80 persen, menghindari penutupan perangkat saat charging, serta menggunakan aksesori yang sesuai standar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya