MUI Dorong Reformasi Penerimaan Negara Berbasis SDA dan SDM
MUI meminta Menteri Keuangan baru memperluas sumber penerimaan negara dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam dan manusia, sekaligus mendorong integrasi zakat sebagai insentif fiskal.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 11.34 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan transformasi strategis dalam pendekatan penerimaan negara, dengan menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan APBN terhadap perpajakan. Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, dalam acara serah terima jabatan Menteri Keuangan pada 15 September 2026. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dari sumber daya alam dan sumber daya manusia yang belum dimanfaatkan secara optimal, seharusnya menjadi pilar utama penerimaan negara selain pajak.
Kiai Cholil menilai bahwa kebijakan perpajakan saat ini masih terlalu menekan masyarakat perorangan, sementara aktivitas bisnis dan korporasi belum menjadi fokus utama. Ia menyarankan agar kebijakan perpajakan lebih menekankan pada sektor usaha, bukan pada individu, serta menghindari praktik pajak berganda yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. Upaya ini, menurutnya, perlu diimbangi dengan kebijakan yang mempermudah pelaku usaha dan menjaga keberlanjutan investasi.
Sebagai langkah konkret, MUI mengusulkan pengembangan skema tax credit bagi pembayaran zakat. Dengan skema ini, wajib zakat akan mendapatkan pengurangan langsung atas kewajiban pajak penghasilan, sehingga memberikan insentif ganda: sebagai bentuk ibadah keagamaan dan kontribusi terhadap negara. Meski saat ini zakat sudah bisa dikurangkan dari penghasilan kena pajak, MUI menilai perlu peningkatan mekanisme agar lebih efektif dan mendorong partisipasi luas.
Dalam konteks yang lebih luas, MUI juga mendorong percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai bagian dari penguatan basis ekonomi nasional. Kiai Cholil menegaskan bahwa umat Islam sebagai mayoritas penduduk harus menjadi aktor utama, bukan sekadar konsumen. Ia mengusulkan pembentukan Danantara Syariah sebagai wadah terintegrasi untuk mengkonsolidasi ekonomi umat secara nasional, dengan harapan dapat menjadi pilar pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Defisit APBN Agustus 2026 Tetap Terkendali di 0,9% PDB
Defisit anggaran hingga Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,9% dari PDB, tetap dalam batas aman meski pendapatan di bawah target.
18 September 2026

Aliran Modal Asing ke RI Tembus Rp141,6 Triliun di Tiga Kuartal Pertama 2026
Aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia mencapai Rp141,6 triliun hingga kuartal III 2026, dominan melalui Surat Berharga Negara dan instrumen SRBI, meski pasar saham masih catat outflow.
18 September 2026

Pajak Nasional Tembus Rp1,41 Triliun, Capai 59,8% dari Target Tahunan
Penerimaan pajak hingga Agustus 2026 mencapai Rp1,41 triliun, tumbuh 24,1% dibanding tahun lalu, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan efektivitas reformasi perpajakan.
18 September 2026

Pendapatan Negara Tembus Rp2,055 Triliun dalam Delapan Bulan
Penerimaan negara hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp2,055 triliun, tumbuh 25,4% secara tahunan, didorong kenaikan pajak dan PNBP yang signifikan.
18 September 2026
Berita Lainnya

All New Pajero Hadirkan Legasi Baru dengan Teknologi Terkini
Jumat, 18 September 2026, 11.44 WITA

Xiaomi Pastikan Mobil Listrik Hadir di Indonesia
Jumat, 18 September 2026, 11.43 WITA

Robot Humanoid dan Anjing Digital Resmi Hadir di Indonesia
Jumat, 18 September 2026, 11.42 WITA

HP Meledak di Tas Penumpang KRL, Polisi Ungkap Penyebab Asap
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Bahlil Siapkan Badan Usaha Khusus Migas Langsung di Bawah Presiden
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo Tegaskan Tak Ada Birokrat yang Tak Bisa Disentuh
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo Perintahkan Siapkan E50 Usai Sukses B50
Jumat, 18 September 2026, 11.34 WITA

Asing Fokus Beli Saham Bank, Mandiri Pimpin Aliran Dana
Jumat, 18 September 2026, 11.33 WITA


