Jumat, 18 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Perintahkan Siapkan E50 Usai Sukses B50

Presiden Prabowo memerintahkan pengembangan bahan bakar campuran etanol 50% (E50) setelah program B50 berhasil hentikan impor solar, dengan target pembangunan 30 hingga 50 pabrik bioetanol.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 11.34 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Prabowo Perintahkan Siapkan E50 Usai Sukses B50📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden RI Prabowo Subianto menugaskan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk segera menyusun strategi pengembangan bahan bakar minyak campuran etanol 50% (E50) dalam sidang paripurna Dewan Energi Nasional pertama tahun 2026. Arahan ini muncul sebagai kelanjutan dari keberhasilan program biodiesel 50% (B50) yang telah menghentikan impor solar jenis CN 48, serta respons terhadap dinamika energi global yang terus berubah.

Kebutuhan energi nasional, khususnya dalam bentuk bensin, diperkirakan mencapai 39 hingga 40 juta kiloliter per tahun—setara dengan konsumsi solar—yang menuntut solusi berkelanjutan. Dengan pengalaman dari program B50 yang berbasis minyak kelapa sawit dan metanol, pemerintah kini berupaya menerapkan pendekatan serupa untuk bensin melalui E50, sebagai langkah strategis jangka panjang dalam mengurangi ketergantungan impor.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menegaskan bahwa pengembangan E50 tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tata kelola sumber daya. Pemerintah akan memperkuat produksi hulu melalui eksplorasi cekungan dan blok minyak baru, serta optimalisasi sumur tua dengan teknologi modern. Selain itu, pengelolaan 45.000 sumur minyak rakyat akan dipantau secara ketat untuk memastikan operasional berjalan profesional dan tidak terjadi penyimpangan penyerahan hasil produksi.

Untuk mendukung transformasi ini, Presiden menekankan perlunya pembangunan infrastruktur industri bioetanol, dengan target minimal 30 pabrik baru—sebuah langkah yang diambil setelah menilai kemajuan negara lain seperti India yang sudah menerapkan E20, dan Brasil yang menggunakan etanol murni (E100). Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk membangun ketahanan energi nasional berbasis sumber daya dalam negeri.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya