Bahlil Siapkan Badan Usaha Khusus Migas Langsung di Bawah Presiden
Pemerintah sedang menyusun formulasi pembentukan Badan Usaha Khusus Migas yang akan menggantikan SKK Migas dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden untuk percepatan produksi energi nasional.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyusun kerangka hukum untuk pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) Migas sebagai pengganti Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Lembaga baru ini nantinya akan berada di bawah koordinasi langsung Presiden RI, dengan fokus utama pada peningkatan efisiensi perizinan dan fleksibilitas kerja sama dalam pengelolaan sumber daya migas nasional.
Tujuan utama pembentukan BUK Migas adalah mengurangi hambatan birokrasi lintas sektor yang selama ini menghambat realisasi proyek migas. Dengan struktur yang lebih kuat secara regulasi, BUK diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan keputusan dan memperluas ruang negosiasi terhadap mitra swasta maupun pemerintah, baik dalam skema cost recovery maupun bentuk kerja sama lain yang saling menguntungkan.
Bahlil menegaskan bahwa mekanisme detail mengenai BUK Migas belum dapat diungkapkan secara rinci sebelum proses pembahasan Undang-Undang migas resmi dimulai. Penjelasan lebih lanjut akan disampaikan setelah Surat Presiden (Surpres) terkait inisiatif tersebut diterbitkan, sebagai dasar hukum awal dalam proses legislasi bersama DPR.
Dalam draf RUU Migas yang telah diterima, BUK Migas diusulkan sebagai pemegang kuasa pertambangan hulu migas yang berhak mengelola dan menjalin kerja sama dengan badan usaha lain. Selain itu, lembaga ini juga diberi kewenangan untuk melakukan investasi dari sebagian dana migas melalui kerja sama dengan Lembaga Pengelola Investasi, sehingga mendorong optimalisasi pendapatan negara dari sektor energi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prabowo Tegaskan Tak Ada Birokrat yang Tak Bisa Disentuh
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya menghilangkan budaya birokrat yang merasa tak tersentuh, sebagai bagian dari reformasi tata kelola pemerintahan.
18 September 2026

Prabowo Perintahkan Siapkan E50 Usai Sukses B50
Presiden Prabowo memerintahkan pengembangan bahan bakar campuran etanol 50% (E50) setelah program B50 berhasil hentikan impor solar, dengan target pembangunan 30 hingga 50 pabrik bioetanol.
18 September 2026

BUK Migas Langsung di Bawah Presiden, Fokus Percepatan Produksi
Pemerintah memastikan Badan Usaha Khusus Migas akan berada langsung di bawah kendali presiden untuk mempercepat peningkatan produksi migas melalui perizinan terintegrasi dan fleksibilitas skema kerja sama.
18 September 2026
PDIP Tanggapi Isu Koalisi 2029 dengan Sikap Terbuka
PDIP menyatakan terbuka terhadap kemungkinan koalisi dengan partai lain, termasuk Gerindra, namun menegaskan bahwa duet Prabowo-Pramono belum layak dibahas untuk Pemilu 2029.
18 September 2026
Berita Lainnya

All New Pajero Hadirkan Legasi Baru dengan Teknologi Terkini
Jumat, 18 September 2026, 11.44 WITA

Xiaomi Pastikan Mobil Listrik Hadir di Indonesia
Jumat, 18 September 2026, 11.43 WITA

Robot Humanoid dan Anjing Digital Resmi Hadir di Indonesia
Jumat, 18 September 2026, 11.42 WITA

HP Meledak di Tas Penumpang KRL, Polisi Ungkap Penyebab Asap
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Defisit APBN Agustus 2026 Tetap Terkendali di 0,9% PDB
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

MUI Dorong Reformasi Penerimaan Negara Berbasis SDA dan SDM
Jumat, 18 September 2026, 11.34 WITA

Aliran Modal Asing ke RI Tembus Rp141,6 Triliun di Tiga Kuartal Pertama 2026
Jumat, 18 September 2026, 11.34 WITA

Pajak Nasional Tembus Rp1,41 Triliun, Capai 59,8% dari Target Tahunan
Jumat, 18 September 2026, 11.34 WITA


