Haji Isam Perkuat Lini Bisnis Tambang Lewat Akuisisi 30% Saham BYAN
Pengusaha asal Kalimantan Selatan, Haji Isam, memperluas portofolio sahamnya dengan mengakuisisi 30 persen saham PT Bayan Resources Tbk melalui perusahaan anak usahanya, Jhonlin Baratama.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 11.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pengusaha Kalimantan Selatan, Haji Isam, resmi menambah aset strategis di sektor pertambangan dengan mengakuisisi 30 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melalui entitas PT Jhonlin Baratama. Transaksi ini dilakukan melalui Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (CSPPA) yang ditandatangani pada 16 September 2026 oleh Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low, sebagai pihak penjual. Jumlah saham yang dipindahkan mencapai 10.000.000.500 lembar, setara dengan 30 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perusahaan tambang batu bara tersebut.
Proses akuisisi ini masih tergantung pada pemenuhan sejumlah syarat pra-transaksi yang ditetapkan dalam perjanjian. Manajemen Bayan Resources menyatakan bahwa transaksi ini belum selesai sepenuhnya dan masih berada dalam tahap penyelesaian kondisi pendahuluan. Keterbukaan informasi yang diterbitkan di BEI pada Kamis, 17 September 2026, menegaskan bahwa semua proses hukum dan administratif harus dipenuhi sebelum kepemilikan saham secara resmi berpindah.
Jhonlin Baratama, perusahaan yang melakukan pembelian, merupakan entitas utama dalam grup bisnis Jhonlin yang berdiri sejak 2003 dan bergerak dalam penyediaan jasa kontraktor pertambangan batu bara. Sebelumnya, Jhonlin Group telah memiliki eksposur di pasar modal melalui PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), yang telah go public sejak 2022 dan dikuasai hingga 84,64 persen oleh grup tersebut. Selain JARR, Haji Isam juga memiliki posisi dominan di Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) melalui perusahaan anak, serta menguasai 76,91 persen saham PT Dana Brata Luhut Tbk (TEBE) melalui holding Dua Samudera Perkasa.
Kepemilikan saham di PT Bayan Resources Tbk menjadi tambahan terbaru dalam portofolio investasi Haji Isam di pasar modal Indonesia. Meskipun posisi saham BYAN saat ini masih dalam proses akuisisi, keberadaan Jhonlin Baratama sebagai pembeli menandai strategi ekspansi yang terarah ke sektor energi dan sumber daya alam. Dengan kepemilikan 30 persen, Haji Isam berpotensi memperkuat pengaruhnya dalam pengambilan keputusan strategis di perusahaan tambang batu bara tersebut, meskipun belum menjadi pengendali utama.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Defisit APBN Agustus 2026 Tetap Terkendali di 0,9% PDB
Defisit anggaran hingga Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,9% dari PDB, tetap dalam batas aman meski pendapatan di bawah target.
18 September 2026

MUI Dorong Reformasi Penerimaan Negara Berbasis SDA dan SDM
MUI meminta Menteri Keuangan baru memperluas sumber penerimaan negara dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam dan manusia, sekaligus mendorong integrasi zakat sebagai insentif fiskal.
18 September 2026

Aliran Modal Asing ke RI Tembus Rp141,6 Triliun di Tiga Kuartal Pertama 2026
Aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia mencapai Rp141,6 triliun hingga kuartal III 2026, dominan melalui Surat Berharga Negara dan instrumen SRBI, meski pasar saham masih catat outflow.
18 September 2026

Pajak Nasional Tembus Rp1,41 Triliun, Capai 59,8% dari Target Tahunan
Penerimaan pajak hingga Agustus 2026 mencapai Rp1,41 triliun, tumbuh 24,1% dibanding tahun lalu, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan efektivitas reformasi perpajakan.
18 September 2026
Berita Lainnya

All New Pajero Hadirkan Legasi Baru dengan Teknologi Terkini
Jumat, 18 September 2026, 11.44 WITA

Xiaomi Pastikan Mobil Listrik Hadir di Indonesia
Jumat, 18 September 2026, 11.43 WITA

Robot Humanoid dan Anjing Digital Resmi Hadir di Indonesia
Jumat, 18 September 2026, 11.42 WITA

HP Meledak di Tas Penumpang KRL, Polisi Ungkap Penyebab Asap
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Bahlil Siapkan Badan Usaha Khusus Migas Langsung di Bawah Presiden
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo Tegaskan Tak Ada Birokrat yang Tak Bisa Disentuh
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo Perintahkan Siapkan E50 Usai Sukses B50
Jumat, 18 September 2026, 11.34 WITA

Pendapatan Negara Tembus Rp2,055 Triliun dalam Delapan Bulan
Jumat, 18 September 2026, 11.33 WITA


