Aliran Modal Asing ke RI Tembus Rp141,6 Triliun di Tiga Kuartal Pertama 2026
Aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia mencapai Rp141,6 triliun hingga kuartal III 2026, dominan melalui Surat Berharga Negara dan instrumen SRBI, meski pasar saham masih catat outflow.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 11.34 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Keuangan melaporkan kenaikan signifikan aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia pada periode Januari hingga September 2026. Total aliran masuk mencapai Rp141,6 triliun, didorong dominan oleh pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Pencapaian ini menjadi indikator pemulihan kepercayaan investor terhadap ekonomi lokal meski masih ada ketegangan dari dinamika pasar global.
Pada kuartal I 2026, aliran modal asing ke SBN sempat negatif, namun mulai membaik di kuartal II dan melonjak pada kuartal III. Secara khusus, arus masuk bersih ke SBN mencapai Rp40,8 triliun. Sementara itu, aliran modal asing ke SRBI tercatat sebesar Rp171,6 triliun, meski detail lebih lanjut akan disampaikan oleh Bank Indonesia. Kemenkeu menegaskan kerja sama erat dengan BI dalam mengelola arus modal tersebut.
Di sisi lain, pasar saham masih mengalami outflow sebesar Rp70,7 triliun hingga akhir kuartal III. Namun, terjadi pergerakan positif pada pertengahan September 2026, ketika terjadi inflow bersih sebesar Rp2,9 triliun hingga tanggal 11 September. Angka ini dianggap sebagai sinyal awal pemulihan, yang perlu dipertahankan melalui upaya peningkatan kredibilitas pasar.
Menteri Keuangan menyoroti dampak kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed Fund Rate) terhadap pergerakan imbal hasil SBN di dalam negeri. Ia menekankan bahwa pengelolaan makroekonomi saat ini bertujuan meminimalkan dampak negatif dari pergerakan pasar global. Sejak Januari hingga Juli 2026, indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat turun, namun mulai menunjukkan tanda pemulihan dalam beberapa bulan terakhir.
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah menciptakan lingkungan investasi yang stabil dan menarik bagi investor asing. Kemenkeu menegaskan bahwa kredibilitas pasar merupakan faktor kunci dalam menarik aliran modal jangka panjang. Dengan terus memperkuat kebijakan makro dan transparansi, pemerintah optimistis dapat mendorong aliran modal asing terus tumbuh secara berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Defisit APBN Agustus 2026 Tetap Terkendali di 0,9% PDB
Defisit anggaran hingga Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,9% dari PDB, tetap dalam batas aman meski pendapatan di bawah target.
18 September 2026

MUI Dorong Reformasi Penerimaan Negara Berbasis SDA dan SDM
MUI meminta Menteri Keuangan baru memperluas sumber penerimaan negara dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam dan manusia, sekaligus mendorong integrasi zakat sebagai insentif fiskal.
18 September 2026

Pajak Nasional Tembus Rp1,41 Triliun, Capai 59,8% dari Target Tahunan
Penerimaan pajak hingga Agustus 2026 mencapai Rp1,41 triliun, tumbuh 24,1% dibanding tahun lalu, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan efektivitas reformasi perpajakan.
18 September 2026

Pendapatan Negara Tembus Rp2,055 Triliun dalam Delapan Bulan
Penerimaan negara hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp2,055 triliun, tumbuh 25,4% secara tahunan, didorong kenaikan pajak dan PNBP yang signifikan.
18 September 2026
Berita Lainnya

All New Pajero Hadirkan Legasi Baru dengan Teknologi Terkini
Jumat, 18 September 2026, 11.44 WITA

Xiaomi Pastikan Mobil Listrik Hadir di Indonesia
Jumat, 18 September 2026, 11.43 WITA

Robot Humanoid dan Anjing Digital Resmi Hadir di Indonesia
Jumat, 18 September 2026, 11.42 WITA

HP Meledak di Tas Penumpang KRL, Polisi Ungkap Penyebab Asap
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Bahlil Siapkan Badan Usaha Khusus Migas Langsung di Bawah Presiden
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo Tegaskan Tak Ada Birokrat yang Tak Bisa Disentuh
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo Perintahkan Siapkan E50 Usai Sukses B50
Jumat, 18 September 2026, 11.34 WITA

Asing Fokus Beli Saham Bank, Mandiri Pimpin Aliran Dana
Jumat, 18 September 2026, 11.33 WITA


