Asing Fokus Beli Saham Bank, Mandiri Pimpin Aliran Dana
Investor asing melakukan rotasi dana dengan membeli saham Bank Mandiri secara dominan, mencatatkan net buy tertinggi Rp208,5 miliar, sementara emiten tambang justru mengalami penjualan bersih besar.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 11.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (17/9/2026) mencatat pergeseran arus modal asing yang menunjukkan pergeseran preferensi dari sektor pertambangan ke sektor perbankan. Di tengah volume transaksi yang relatif stabil, Bank Mandiri (BMRI) menjadi satu-satunya emiten yang mendominasi pembelian bersih asing dengan angka mencapai Rp208,5 miliar, menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap kinerja dan prospek jangka panjang perusahaan. Pembelian tersebut berasal dari nilai beli sebesar Rp425 miliar, dengan penjualan sebesar Rp216,5 miliar, mencatatkan posisi terdepan di antara seluruh emiten yang diperdagangkan.
Penguatan BMRI turut mendorong kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 25,58 poin atau 0,40%, menempatkan indeks di level 6.462,43. Pergerakan ini didukung oleh kontribusi positif dari saham BMRI yang menyumbang 7,81 poin terhadap kenaikan indeks, menjadi pendorong utama pergerakan pasar secara keseluruhan. Di sisi lain, sejumlah emiten tambang mengalami tekanan berat dari aksi jual asing, dengan Amman Mineral Internasional (AMMN) menjadi yang paling banyak dilepas, mencatat net sell sebesar Rp147,8 miliar.
Selain AMMN, Vale Indonesia (INCO) dan Bumi Resources (BUMI) juga turut mengalami penjualan bersih besar, masing-masing Rp42,2 miliar dan Rp13,5 miliar. Pergerakan ini menandakan adanya pergeseran sentimen pasar terhadap sektor komoditas, yang sebelumnya menjadi favorit investor asing. Namun, rotasi ini tidak terjadi secara merata, karena beberapa emiten perbankan lain seperti Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) justru mencatatkan net sell masing-masing Rp30,9 miliar dan Rp24,2 miliar, menunjukkan perbedaan persepsi antar-emiten dalam sektor yang sama.
Tidak semua saham tambang mengalami tekanan, sebagaimana terlihat dari kinerja Bayan Resources (BYAN) yang justru menjadi salah satu penyumbang positif terhadap pergerakan IHSG. Sementara itu, dari 10 saham dengan pembelian bersih terbesar, selain BMRI, terdapat emiten lain seperti Singaraja Putra (SINI), Erajaya Swasembada (ERAA), dan Adaro Andalan Indonesia (AADI), yang juga menunjukkan daya tarik bagi investor asing. Secara keseluruhan, IHSG berhasil menutup perdagangan di level 6.462,43, dengan 407 saham menguat, 255 saham melemah, dan 301 saham stagnan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Defisit APBN Agustus 2026 Tetap Terkendali di 0,9% PDB
Defisit anggaran hingga Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,9% dari PDB, tetap dalam batas aman meski pendapatan di bawah target.
18 September 2026

MUI Dorong Reformasi Penerimaan Negara Berbasis SDA dan SDM
MUI meminta Menteri Keuangan baru memperluas sumber penerimaan negara dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam dan manusia, sekaligus mendorong integrasi zakat sebagai insentif fiskal.
18 September 2026

Aliran Modal Asing ke RI Tembus Rp141,6 Triliun di Tiga Kuartal Pertama 2026
Aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia mencapai Rp141,6 triliun hingga kuartal III 2026, dominan melalui Surat Berharga Negara dan instrumen SRBI, meski pasar saham masih catat outflow.
18 September 2026

Pajak Nasional Tembus Rp1,41 Triliun, Capai 59,8% dari Target Tahunan
Penerimaan pajak hingga Agustus 2026 mencapai Rp1,41 triliun, tumbuh 24,1% dibanding tahun lalu, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan efektivitas reformasi perpajakan.
18 September 2026
Berita Lainnya

All New Pajero Hadirkan Legasi Baru dengan Teknologi Terkini
Jumat, 18 September 2026, 11.44 WITA

Xiaomi Pastikan Mobil Listrik Hadir di Indonesia
Jumat, 18 September 2026, 11.43 WITA

Robot Humanoid dan Anjing Digital Resmi Hadir di Indonesia
Jumat, 18 September 2026, 11.42 WITA

HP Meledak di Tas Penumpang KRL, Polisi Ungkap Penyebab Asap
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Bahlil Siapkan Badan Usaha Khusus Migas Langsung di Bawah Presiden
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo Tegaskan Tak Ada Birokrat yang Tak Bisa Disentuh
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo Perintahkan Siapkan E50 Usai Sukses B50
Jumat, 18 September 2026, 11.34 WITA

Pendapatan Negara Tembus Rp2,055 Triliun dalam Delapan Bulan
Jumat, 18 September 2026, 11.33 WITA


