Jumat, 18 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Tekan Saham Tambang, AMMN Paling Banyak Dilepas

Investor asing mencatatkan penjualan bersih tertinggi pada saham AMMN senilai Rp147,8 miliar, dominan dalam tekanan jual terhadap emiten tambang di BEI.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 11.33 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Asing Tekan Saham Tambang, AMMN Paling Banyak Dilepas📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasar modal Indonesia mengalami tekanan jual dari investor asing pada perdagangan Kamis (17/9/2026), khususnya terhadap emiten sektor pertambangan. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi saham dengan penjualan bersih terbesar, dengan nilai penjualan mencapai Rp272,5 miliar dan pembelian sebesar Rp124,7 miliar, menghasilkan net sell sebesar Rp147,8 miliar. Kegiatan ini menempatkan AMMN sebagai pemberat utama terhadap kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Selain AMMN, sejumlah emiten tambang lain juga mengalami penjualan bersih besar dari asing, termasuk PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan net sell Rp42,2 miliar, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) sebesar Rp33,5 miliar, PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan penjualan bersih Rp13,8 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp13,5 miliar, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebesar Rp11,8 miliar. Dari keenam emiten tersebut, total nilai penjualan bersih asing mencapai Rp262,6 miliar.

Dalam kontribusi terhadap pergerakan IHSG, AMMN menjadi faktor penekan terbesar dengan kontribusi negatif sebesar 11,20 poin, mengungguli PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang menyumbang tekanan negatif 2,76 poin. Meskipun demikian, indeks tetap berakhir di zona positif dengan kenaikan 0,40% atau naik 25,58 poin ke level 6.462,43. Pergerakan ini didukung oleh kenaikan 407 saham, sementara 255 saham melemah dan 301 saham stagnan.

Kegiatan jual asing terhadap saham tambang mencerminkan dinamika pasar yang sensitif terhadap fluktuasi harga komoditas dan sentimen global. Namun, ketahanan indeks menunjukkan adanya keseimbangan antara tekanan dari sektor tertentu dan kekuatan di sektor lain. Data ini menjadi acuan penting bagi investor dalam menilai arah pergerakan pasar secara menyeluruh.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya