Jumat, 18 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

INET Perluas Bisnis Melalui Akuisisi SGI

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengakuisisi 60% saham PT Sarana Global Indonesia dengan nilai Rp280,4 miliar, memperluas cakupan bisnis ke bidang EPC dan pemeliharaan kabel bawah laut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 11.33 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
INET Perluas Bisnis Melalui Akuisisi SGI📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan Kamis (17/9), berakhir di level 6.462,43 setelah naik 0,40%. Kenaikan ini didorong oleh kinerja sejumlah emiten unggulan seperti BMRI yang melonjak 2,11%, DSSA yang menguat 3,23%, serta DCII yang tumbuh 1,50%. Di sisi lain, emiten seperti AMMN, TLKM, dan SRAJ mengalami penurunan, masing-masing 4,85%, 2,63%, dan 4,03%. Investor asing mencatatkan beli bersih senilai Rp152,69 miliar di pasar reguler dan Rp160,16 miliar secara keseluruhan, menunjukkan minat yang kuat terhadap saham domestik.

Sektor konsumsi siklikal menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 1,63%, sementara sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang melemah, turun 0,55%. Pergerakan positif juga terjadi di bursa Amerika Serikat, dengan Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq masing-masing naik 0,61%, 1,14%, dan 1,69%. Penurunan harga minyak akibat meredanya kekhawatiran pasokan dari Arab Saudi turut mendukung sentimen pasar global. Di pasar lokal, ETF EIDO dan MSCI Indonesia juga menguat, masing-masing 0,95% dan 0,24%.

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengumumkan akuisisi 60% saham PT Sarana Global Indonesia (SGI) senilai Rp280,4 miliar. Nilai transaksi ini setara dengan 7,35% dari ekuitas INET yang mencapai Rp3,81 triliun, sehingga tidak dikategorikan sebagai transaksi material maupun afiliasi. Akuisisi dilakukan melalui pembelian 180.000 saham baru SGI, yang kemudian menjadi anak perusahaan INET. Dengan integrasi ini, grup perusahaan memperluas kapasitas bisnis ke bidang engineering, procurement, dan construction (EPC), serta pemeliharaan sistem kabel bawah laut untuk jaringan serat optik dan kabel listrik.

SGI membawa pengalaman luas dalam proyek Palapa Ring di wilayah Barat, Tengah, dan Timur, serta memiliki kontrak pemeliharaan jangka panjang yang menjadi fondasi pendapatan berulang. Perseroan juga mengoperasikan dua kapal kabel laut, Pacific Guardian dan Nostag 10, yang mendukung ekspansi infrastruktur bawah laut. Kehadiran SGI memungkinkan INET membangun, mengoperasikan, dan merawat infrastruktur kabel bawah laut secara terintegrasi dalam satu ekosistem, memperkuat posisi sebagai pemain utama dalam pengembangan jaringan serat optik nasional yang saat ini berjangkauan sekitar 21.800 kilometer.

Selain itu, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) melanjutkan ekspansi kapasitas produksi hingga 2026. Pabrik di Palu akan mulai beroperasi pada kuartal III 2026, sementara fasilitas di Pontianak dan Pekanbaru dijadwalkan beroperasi pada kuartal IV 2026. Dengan penambahan ini, total jumlah pabrik CLEO akan mencapai 33 unit di berbagai kota. Kinerja semester I 2026 menunjukkan peningkatan signifikan, dengan penjualan bersih naik 23,78% menjadi Rp1,69 triliun dan laba bersih tumbuh 27,04% menjadi Rp262,51 miliar. Produk botol tetap menjadi kontributor utama.

Pada paruh kedua 2026, CLEO juga memperluas jaringan distribusi hingga 11.000 mitra dan 500 titik distribusi internal. Perusahaan meluncurkan CLEO Galon Praktis 15 Liter pada 5 September 2026, dengan kemasan yang diklaim bebas bisphenol-A (BPA). Sementara itu, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengumumkan rencana buyback saham hingga 1,47 miliar saham dengan dana maksimal Rp1,38 triliun, termasuk biaya pendukung. Program ini berlangsung hingga 16 Desember 2026 dan diproyeksikan tidak memengaruhi pendapatan atau biaya pembiayaan. Berdasarkan proforma per 31 Maret 2026, laba per saham tetap stabil di US$0,00028, sementara laba periode berjalan tetap di US$29,95 juta.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya