Pelapor Kasus Betrand Peto Bantah Jadi LC
Dua pelapor dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap Betrand Peto menegaskan mereka bukan lady companion, melainkan pekerja kantoran yang sedang kuliah.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 07.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dua perempuan yang menjadi pelapor dalam laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap Betrand Peto secara tegas membantah tudingan bahwa mereka adalah lady companion (LC). Pernyataan ini disampaikan melalui kuasa hukum mereka, Nathaniel Hutagaol, usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Ia menegaskan bahwa kliennya merupakan karyawan yang sedang menempuh pendidikan, bukan sosok yang berperan sebagai teman kencan atau pendamping pria tertentu.
Keduanya, ANW dan DYP, menjalani pemeriksaan selama sekitar dua jam dan menjawab sekitar 23 pertanyaan dari penyidik Ditres PPA dan PPO. Dalam kesaksiannya, mereka menyatakan bahwa pertemuan dengan Betrand Peto dan teman-temannya terjadi secara kebetulan di sebuah klub malam di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada pukul 02.00 dini hari. Mereka diminta untuk ikut serta dalam acara karaoke yang sedang berlangsung, bukan sebagai pendamping pribadi.
Kuasa hukum pelapor menekankan bahwa narasi yang beredar di media sosial menyesatkan, terutama soal status sosial dan profesi kliennya. “Banyak yang menilai mereka sebagai cewek bar atau pelacur, padahal tidak demikian,” ujar Nathaniel. Ia meminta masyarakat untuk tidak menghakimi berdasarkan asumsi tanpa bukti. Keduanya tampak menunduk, mengenakan hoodie dan masker, serta menghindari tatapan media setelah selesai diperiksa.
Kasus ini bermula dari laporan yang diterima kepolisian pada Sabtu, 12 September, dengan pelapor ANW dan DYP. Polisi mengonfirmasi bahwa inisial BP dalam laporan merujuk pada ATT, yang disebut sebagai anak angkat dari artis berinisial RSO. Betrand Peto sendiri telah membantah tudingan pelecehan seksual dalam konferensi pers, menegaskan bahwa peristiwa yang dikabarkan tidak sesuai dengan kenyataan. Ia menyatakan siap kooperatif dan menolak tudingan yang tidak berdasar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mal Senayan City Tanggapi Viral Tindakan Kekerasan di Food Court
Pengelola Mal Senayan City mengonfirmasi kejadian tindak kekerasan di food court yang viral di media sosial dan menyatakan kasus sedang ditangani pihak berwajib.
18 September 2026

38 Obat Alami Ilegal Berbahaya Ditemukan BPOM
BPOM mengungkap 38 produk obat alam ilegal yang mengandung bahan kimia berbahaya, termasuk primidenafil dan senyawa terlarang yang berisiko merusak organ vital.
17 September 2026

Antrean SPBU Sulsel Dibongkar: Oknum Isi BBM Pakai Tangki Diperbesar
Kementerian ESDM mengungkap praktik oknum memperbesar kapasitas tangki kendaraan untuk menyalahgunakan subsidi BBM, menyebabkan antrean panjang di SPBU Makassar.
17 September 2026
2 Eks Pejabat Kemenag Akui Dapatkan Dana dari Fee Haji
Dua mantan pejabat Kemenag diduga menerima uang dari fee percepatan haji, termasuk pembelian rumah dan mobil mewah.
17 September 2026
Berita Lainnya

Influenza A Melonjak, Anak Usia Dini Paling Terdampak
Jumat, 18 September 2026, 07.47 WITA

Xiaomi Perkenalkan Tiga Perangkat Wearable Baru dengan Fitur Kesehatan dan Daya Tahan Tinggi
Jumat, 18 September 2026, 07.37 WITA

Prabowo Ungkap Skema Ekspor Satu Pintu untuk Hentikan Kebocoran Negara
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

RUU Keuangan Negara Harus Diposisikan sebagai Alat Politik Ekonomi
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

Rasio Pajak RI Mendekati 10%, DPR Soroti Kinerja Penerimaan
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

74 WNI Masih di Mocha, Kemlu Pantau Kondisi Secara Berkala
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

Antrean BBM di Makassar Disebabkan Perubahan Pola Konsumsi dan Penimbunan
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

Menlu Wakili Prabowo di Sidang PBB 2026
Jumat, 18 September 2026, 07.34 WITA


