INPS Dihentikan Sementara Perdagangan di BEI
Saham PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) disuspensi di Bursa Efek Indonesia karena telah berada di Papan Pemantauan Khusus lebih dari satu tahun berturut-turut, meski sebelumnya mengalami kenaikan harga hingga 842% dalam setahun.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 19.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menghentikan sementara perdagangan saham PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) mulai sesi IV Periodic Call Auction pada Kamis, 17 September 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan kriteria keterbukaan informasi dan kinerja emiten yang belum memenuhi standar kepatuhan selama lebih dari satu tahun secara berkelanjutan. Penghentian ini berlaku di seluruh pasar perdagangan efek yang dikelola BEI.
Sekalipun mengalami kenaikan harga signifikan dalam periode satu tahun terakhir, saham INPS tetap dikenai suspensi karena kondisi fundamental perusahaan yang belum stabil. Dalam satu tahun terakhir, harga saham INPS melonjak hingga 842,48% secara year on year, mencapai level Rp1.065 per lembar pada penutupan perdagangan sebelum suspensi. Nilai kapitalisasi pasar perusahaan saat itu berada di angka Rp692,25 miliar.
Pada 7 September 2026, salah satu pemegang saham utama, PT Graha Inti Guna Persada, melakukan penjualan saham sebanyak 10 juta lembar atau setara 1,56% dari total saham beredar dengan harga Rp350 per saham, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp3,5 miliar. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham oleh perusahaan tersebut berada pada level 79,06%. Transaksi ini menunjukkan aktivitas perdagangan yang masih terjadi meski dalam kondisi yang dipantau ketat oleh BEI.
BEI menekankan pentingnya keterbukaan informasi bagi perusahaan tercatat dan mengimbau para pemegang saham serta pihak terkait untuk selalu memantau rilis informasi resmi dari emiten. Suspensi ini dilakukan untuk menjaga stabilitas dan keadilan pasar, serta mencegah terjadinya ketidakseimbangan informasi yang dapat memengaruhi kepercayaan investor.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tesla Resmi Hadir di Vietnam Lewat Anak Perusahaan Baru
Tesla memperluas jaringan ASEAN dengan mendirikan anak perusahaan di Vietnam, fokus pada distribusi dan layanan, seiring persaingan ketat dengan produsen lokal seperti VinFast.
17 September 2026

Pendapatan PNBP Kemnaker Dominasi dari Izin Tenaga Asing
Pendapatan negara bukan pajak Kementerian Ketenagakerjaan mencapai hampir 779 miliar rupiah, sebagian besar berasal dari biaya izin tenaga kerja asing senilai US$100 per orang.
17 September 2026

Bursa Mineral Nasional Siap Beroperasi 4 Januari 2027
Bursa Mineral dan Komoditas Strategis resmi dibentuk hari ini, dengan operasional perdana direncanakan pada 4 Januari 2027, sebagai langkah strategis penguatan tata kelola ekspor dan pembentukan harga acuan dalam negeri.
17 September 2026

INET Perkuat Lini Bisnis Kabel Laut dengan Akuisisi Saham SGI
INET menyelesaikan akuisisi 60% saham PT Sarana Global Indonesia senilai Rp280,4 miliar, memperluas cakupan usaha ke bidang EPC dan pemeliharaan kabel bawah laut.
17 September 2026
Berita Lainnya

Kebiasaan Menunda Nikmati Kopi Bisa Cerminan Pola Hidup
Kamis, 17 September 2026, 19.46 WITA

Fitur Motion Assist Bantu Kurangi Mabuk Saat Naik Kendaraan
Kamis, 17 September 2026, 19.38 WITA

Zuckerberg Dorong AI Berkembang Bebas, Tekankan Tanggung Jawab Mandiri
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Prabowo Langsung ke Jepang Tuntaskan Proyek Masela yang 28 Tahun Terbengkalai
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Pemerintah Perketat Sistem Magang Nasional
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Antrean BBM di Makassar Tuntas, Pemerintah Ungkap Penimbunan dan Faktor Teknis
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Indonesia dan Malaysia Percepat Pembaruan MoU Perlindungan Pekerja Migran
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

PPN Kejawanan Dibangun Jadi Ikon Pariwisata dan Perikanan Modern
Kamis, 17 September 2026, 19.36 WITA


