Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Yakin Investasi Besar Segera Masuk Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimisme terhadap masuknya investasi besar dalam beberapa pekan ke depan, didukung data realisasi hingga Juni 2026 dan fundamental ekonomi yang terjaga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 19.30 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 5x dibuka
Prabowo Yakin Investasi Besar Segera Masuk Indonesia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto menegaskan kepercayaan tinggi terhadap arus investasi besar yang bakal memasuki Indonesia dalam waktu dekat. Ia menyampaikan keyakinan tersebut berdasarkan pertemuan langsung dengan para pelaku usaha global serta indikator ekonomi makro yang tetap stabil dan menjanjikan. Menurutnya, kehadiran investor asing tidak hanya didorong oleh kebijakan pemerintah, melainkan juga karena kekuatan fundamental ekonomi nasional yang terus terjaga.

Hingga pertengahan 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp1.010 triliun, sesuai target dalam APBN. Angka ini menunjukkan kelanjutan aktivitas ekonomi yang konsisten, sekaligus menjadi bukti bahwa kebijakan ekonomi telah berjalan sesuai rencana. Pada tahun 2025, total investasi mencapai Rp1.931 triliun, dengan kontribusi langsung terhadap penciptaan lapangan kerja. Hingga Juni 2026, sekitar 1,4 juta pekerjaan baru telah terbuka, menjadikan investasi sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Prabowo menekankan bahwa pencapaian tersebut berasal dari aktivitas investasi swasta, bukan dari program pemerintah semata. Ia menilai minat investor global meningkat karena melihat Indonesia sebagai negara dengan stabilitas ekonomi yang kuat. Dalam pertemuan dengan para pemain besar dunia, mereka menyatakan kepercayaan terhadap kondisi ekonomi dalam negeri, termasuk inflasi yang rendah di level 2,92 persen dan defisit anggaran yang tetap terkendali di bawah 3 persen.

Perbandingan dengan negara lain menunjukkan posisi Indonesia yang lebih baik, seperti Filipina dengan defisit 6 persen, India 4,6 persen, dan Prancis 5,4 persen. Menurut Prabowo, hal ini menjadi alasan utama mengapa investor global memilih Indonesia sebagai lokasi strategis. Ia menyampaikan bahwa prospek jangka panjang ekonomi nasional juga menjanjikan, sebagaimana proyeksi Goldman Sachs yang memprediksi Indonesia menjadi salah satu ekonomi terbesar dunia pada tahun 2050.

Dengan fondasi ekonomi yang kuat dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan, pemerintah akan terus memperkuat iklim investasi dan menjaga stabilitas makroekonomi. Prabowo menegaskan bahwa mempertahankan kepercayaan investor menjadi prioritas utama, sekaligus menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya