Investasi Bitcoin di Tengah Kenaikan Harga: Langkah Bijak untuk Pemula
Investor pemula masih bisa masuk ke pasar Bitcoin meski harga sedang tinggi, asalkan mempersiapkan fondasi keuangan dan strategi bertahap.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 11.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Harga Bitcoin kembali melonjak pada awal September, menyentuh level US$76.442 atau sekitar Rp1,35 miliar per unit, berdasarkan kurs rata-rata Rp17.749 per dolar AS. Kenaikan ini terjadi pasca keputusan Federal Reserve AS menaikkan suku bunga acuan, yang turut memengaruhi sentimen pasar aset berisiko global. Dalam 24 jam terakhir, nilai aset kripto terbesar dunia itu menguat 1,05 persen, sementara kapitalisasi pasar mencapai US$1,53 triliun dan volume perdagangan menembus US$30,34 miliar. Dari total maksimum 21 juta BTC, sekitar 20,08 juta unit telah beredar.
Meskipun harga sedang tinggi, para ahli keuangan menegaskan bahwa pemula tetap memiliki ruang untuk mulai berinvestasi, selama tidak terjebak dalam kebiasaan memburu momen terbaik membeli. Menurut perencana keuangan dari IARFC, Aidil Akbar Madjid, strategi terbaik bagi pemula adalah memasuki pasar secara bertahap menggunakan metode dollar cost averaging (DCA). Pendekatan ini memungkinkan investor membeli aset dalam jumlah tetap secara rutin, sehingga mengurangi dampak fluktuasi harga jangka pendek. Ia juga menekankan pentingnya menghindari FOMO—ketakutan ketinggalan—yang kerap memicu keputusan impulsif.
Kesiapan finansial menjadi fondasi utama sebelum berinvestasi di aset volatil seperti Bitcoin. Investor harus memastikan arus kas positif, memiliki dana darurat yang cukup, serta tidak memiliki utang konsumtif berbunga tinggi. Dana darurat idealnya mencakup tiga bulan kebutuhan untuk lajang, enam bulan bagi yang memiliki satu tanggungan, dan hingga 12 bulan untuk keluarga dengan dua atau lebih tanggungan. Selain itu, investor perlu memiliki tujuan keuangan yang jelas dan kesiapan psikologis menghadapi penurunan harga hingga 70 persen, yang pernah terjadi dalam sejarah aset kripto.
Alokasi Bitcoin dalam portofolio juga harus disesuaikan dengan profil risiko. Pemula dengan gaya konservatif bisa membatasi eksposur hingga 3 persen dari total aset, sedangkan yang moderat bisa menempatkan hingga 5 persen, dan agresif hingga 10 persen. Penting untuk tidak mengalokasikan dana yang bersifat penting bagi kehidupan sehari-hari. Diversifikasi portofolio dengan instrumen lain seperti saham, obligasi, emas, atau instrumen valuta asing juga disarankan untuk menyeimbangkan risiko.
Keputusan berinvestasi di Bitcoin harus didasarkan pada pemahaman, bukan emosi atau pengaruh dari lingkungan sosial. Investor harus memastikan bahwa pembelian dilakukan karena paham akan risiko dan potensi, bukan karena ikut-ikutan atau terpengaruh informasi liar. Dengan pendekatan yang terukur, kesiapan finansial yang matang, dan disiplin dalam strategi, pemula tetap bisa memanfaatkan peluang di pasar kripto meski berada di level harga tinggi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BRI Private Raih Penghargaan Internasional untuk Layanan Perbankan Privat
BRI Private berhasil meraih penghargaan Best Private Bank for HNWIs – Indonesia dalam ajang The Asset Triple A Private Capital Awards 2026 berkat inovasi dan pendekatan personal dalam pengelolaan kekayaan nasabah.
19 September 2026

Pemerintah Realisasi Belanja Bunga Utang Rp394 Triliun Hingga Agustus 2026
Realisasi belanja bunga utang pemerintah hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp394,2 triliun, didominasi dari utang dalam negeri.
19 September 2026

Realisasi Transfer ke Daerah Capai Rp504,3 Triliun hingga Agustus
Hingga Agustus 2026, realisasi transfer ke daerah mencapai Rp504,3 triliun, setara 70,5% dari total alokasi baru sebesar Rp715,34 triliun.
19 September 2026

Perum BUMN Dipertahankan Statusnya Sesuai Arahan Pemegang Saham
BP BUMN menegaskan bahwa status Perum BUMN tetap dipertahankan hingga saat ini, sesuai arahan pimpinan, dengan fokus utama pada pelayanan publik dan kemandirian sosial, bukan profit.
19 September 2026
Berita Lainnya

Redmi Note 17 Pro Max 5G Resmi Meluncur di Indonesia dengan Baterai 10.000 mAh
Sabtu, 19 September 2026, 11.46 WITA

Potensi Hujan Lebat Landai di Sejumlah Wilayah Sulawesi Tenggara
Sabtu, 19 September 2026, 11.39 WITA

BYD Tarik 183 Ribu Unit Mobil Akibat Kekelainan Rem
Sabtu, 19 September 2026, 11.38 WITA

Pemerintah Kaji Skema Layer Baru Cukai Rokok untuk Tarik Produsen Ilegal
Sabtu, 19 September 2026, 11.38 WITA

Freeport Tuntaskan Rp25 Triliun untuk Pengembangan Tambang Kucing Liar
Sabtu, 19 September 2026, 11.38 WITA

Trump dan Xi Bahas Perdagangan hingga Kecerdasan Buatan di Pertemuan Washington
Sabtu, 19 September 2026, 11.36 WITA

Serangan Bom di Masjid Polisi Kohat Tewaskan 27 Orang
Sabtu, 19 September 2026, 11.35 WITA

Kekayaan Misterius Mantan Pejabat BUMN Terbongkar dari Warisan
Sabtu, 19 September 2026, 11.34 WITA


