Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Serangan Bom di Masjid Polisi Kohat Tewaskan 27 Orang

Ledakan bom bunuh diri di masjid dalam kompleks kepolisian Kohat menewaskan 27 orang, termasuk anggota polisi dan warga sipil, dengan puluhan lainnya luka-luka.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 11.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Serangan Bom di Masjid Polisi Kohat Tewaskan 27 Orang📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Serangan terjadi pada hari Jumat saat jemaah tengah melaksanakan salat di masjid yang berlokasi di dalam kompleks markas kepolisian di Kohat, provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Sebuah mobil bermuatan bahan peledak menabrak pintu masuk bangunan, mengakibatkan kerusakan parah pada struktur masjid dan dinding luar kantor polisi. Ledakan yang keras itu terdengar hingga jarak jauh dari lokasi kejadian.

Berdasarkan laporan resmi, korban tewas mencapai 27 jiwa, termasuk 15 anggota kepolisian dan enam warga sipil. Lebih dari 50 orang lainnya mengalami luka-luka serius dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sumber dari Al Jazeera menyebut jumlah korban luka mencapai 75 orang, menunjukkan tingkat keparahan yang tinggi akibat ledakan dan efek ledakan berantai.

Sejumlah pelaku bersenjata kemudian mencoba menyerbu kompleks kepolisian dan terlibat baku tembak dengan petugas. Hingga saat ini, sedikitnya enam penyerang tewas dalam pertempuran. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa serangan dilakukan oleh kelompok Ittehadul Mujahideen, faksi yang dikaitkan dengan komandan Taliban Pakistan Hafiz Gul Bahadur dan terafiliasi dengan Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP).

Pemerintah Pakistan menanggapi dengan tegas, menyebut aksi tersebut sebagai tindakan pengecut yang tidak akan menggoyahkan semangat bangsa. Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengecam kebrutalan serangan dan memerintahkan percepatan upaya penyelamatan serta evakuasi korban. Sementara itu, analis seperti Michael Semple menekankan bahwa serangan dengan kompleksitas tinggi ini menunjukkan keterlibatan logistik dan pelatihan yang matang, kemungkinan besar didukung oleh jaringan lintas perbatasan di wilayah Afghanistan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Ibu Pejuang di Balik Bayangan Pembunuh
Hukum & Kriminal

Ibu Pejuang di Balik Bayangan Pembunuh

Drama Korea "A Bona Fide Killer" menampilkan kisah ibu pekerja kantoran yang menyelundupkan identitas sebagai pembunuh bayaran bernama Kingfisher, dengan rating nasional 9,6 persen pada episode ke-11.

19 September 2026

Berita Lainnya