Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump dan Xi Bahas Perdagangan hingga Kecerdasan Buatan di Pertemuan Washington

Pertemuan puncak Trump dan Xi di Gedung Putih pada 24 September 2026 fokus pada perang dagang, keamanan teknologi, dan isu sensitif Taiwan serta aliran prekursor fentanil.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 11.36 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Trump dan Xi Bahas Perdagangan hingga Kecerdasan Buatan di Pertemuan Washington📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menyambut Presiden Tiongkok Xi Jinping di Gedung Putih pada 24 September 2026, dalam pertemuan strategis yang menjadi momen krusial untuk menstabilkan hubungan bilateral. Kedua pemimpin akan menyelenggarakan pembicaraan mendalam yang menyangkut berbagai isu kunci, termasuk upaya meredakan ketegangan yang telah berlangsung berbulan-bulan dalam bidang ekonomi dan keamanan strategis. Pertemuan ini menjadi pertemuan kedua dalam tahun yang sama, menandai upaya diplomasi aktif dari kedua belah pihak untuk menjaga keterbukaan komunikasi.

Salah satu fokus utama adalah dinamika perdagangan, terutama terkait masa depan tarif yang saat ini berlaku hingga 10 November 2026. Kedua negara berpotensi memperpanjang gencatan senjata tarif yang sempat melampaui 100% dalam masa konflik sebelumnya. Washington dan Beijing juga akan membahas penyelesaian hambatan non-tarif serta pengurangan bea timbal balik atas barang senilai US$30 miliar atau sekitar Rp528 triliun. Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menyebut akan ada pengumuman terkait kerja sama pertanian dan akses pasar.

Di bidang industri dan teknologi, pembicaraan akan menyentuh rencana pembelian pesawat Boeing oleh China, termasuk hingga 500 unit pesawat 737 MAX dan pesawat berbadan lebar. Di sisi lain, Beijing meminta penundaan kebijakan yang membatasi akses perusahaan Tiongkok ke teknologi tinggi AS. Sementara itu, AS menekankan perlunya pelonggaran ekspor logam tanah jarang dan mineral strategis yang krusial bagi sektor otomotif, pertahanan, dan teknologi canggih.

Isu Taiwan tetap menjadi titik panas, dengan Trump mengungkapkan bahwa Xi menekan AS terkait penjualan senjata ke Taiwan, termasuk paket senilai US$14 miliar. Beijing berharap AS secara eksplisit menyatakan penolakan terhadap kemerdekaan Taiwan, berbeda dari kebijakan "tidak mendukung" yang selama ini dipegang Washington. Perubahan sikap tersebut berpotensi memicu perdebatan politik dalam Kongres AS. Sementara itu, isu Iran juga dibahas, terutama terkait peran Tiongkok sebagai pembeli utama minyak Iran, dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan kembali pentingnya koordinasi keuangan dalam menangani tekanan terhadap Teheran.

Kerja sama dalam bidang kecerdasan buatan menjadi fokus strategis lain, mengingat implikasinya terhadap keamanan nasional dan daya saing ekonomi. Meskipun AS terbuka membahas risiko bersama, persaingan teknologi tetap menjadi batu sandungan. CEO Anthropic, Dario Amodei, memperingatkan ancaman keamanan jika Tiongkok mendominasi pengembangan AI. Di sisi lain, AS kembali menekan Tiongkok soal aliran prekursor fentanil, dengan Direktur FBI Kash Patel menyampaikan bahwa kemitraan penegakan hukum baru telah dibangun untuk menghambat perdagangan bahan kimia tersebut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya