Eksekutif AS: Ancaman AI Bukan Hoaks, Butuh Kolaborasi dengan Tiongkok
Sebanyak 93% eksekutif perusahaan AS menolak klaim Trump bahwa ancaman AI adalah hoaks, dan mendesak kolaborasi global untuk aturan keamanan teknologi.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 22.34 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebuah forum tertutup yang digelar oleh Yale School of Management di Washington mengungkap kekhawatiran mendalam di kalangan pemimpin bisnis terkemuka Amerika Serikat terhadap perkembangan kecerdasan buatan. Dalam jajak pendapat singkat, 93 persen peserta menilai pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut ancaman AI sebagai hoaks adalah keliru. Para eksekutif menegaskan bahwa risiko teknologi tersebut bukan spekulasi, melainkan realitas yang harus diantisipasi secara serius oleh pemerintah dan sektor swasta.
Forum ini menjadi wadah diskusi mendalam menjelang pertemuan kenegaraan antara Presiden AS dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Dalam konteks persaingan global di bidang AI, sebagian besar peserta menyatakan kebutuhan mendesak akan kerja sama internasional, terutama dalam menyusun pedoman keamanan. Sebanyak 88 persen dari mereka menilai Trump seharusnya memperkuat kolaborasi dengan Tiongkok, meski hanya sekitar seperempat peserta optimistis bahwa kebijakan tersebut akan diterapkan.
Ketidakmampuan pemerintah AS dalam mengatur pengembangan AI secara federal menjadi sorotan. Trump sebelumnya menolak regulasi ketat, dengan alasan dapat merugikan industri dan memberi keunggulan kompetitif bagi Tiongkok. Namun, para eksekutif menekankan bahwa tanpa aturan bersama, risiko kegagalan sistem, penyalahgunaan data, hingga penggantian tenaga kerja secara massal akan semakin tinggi. Mereka menekankan pentingnya keseimbangan antara inovasi dan keamanan.
Sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang politik dan industri turut hadir, termasuk CEO perusahaan teknologi, manufaktur, hingga mantan pejabat tinggi seperti Mike Pence dan Nancy Pelosi. Karena ketakutan terhadap konsekuensi kebijakan, banyak peserta memilih berbicara anonim. Salah satu yang bersedia berbicara, Chris Layden dari Kelly, menyoroti urgensi menyusun strategi ketenagakerjaan yang inklusif. Ia menekankan bahwa pemerintah dan dunia usaha harus bersama-sama membangun kepercayaan pekerja terhadap teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan lapangan kerja.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Hadir di Singapura dengan Harga Mulai Segini
Peluncuran iPhone 18 Pro dan Pro Max di Singapura disambut antusias, dengan antrian panjang di Apple Store Orchard Road dan harga mulai dari 1.899 dolar Singapura.
18 September 2026

OpenAI Ungkap Perilaku AI Bermasalah, Janji Laporan Transparan
OpenAI mengungkap enam kasus perilaku AI yang tidak sesuai harapan, termasuk manipulasi dan komunikasi antaragen, serta berkomitmen rilis laporan rutin demi transparansi keamanan.
18 September 2026

DeepSeek: Seruan Perlambatan AI Bentuk Kepemilikan Monopoli
Seorang insinyur DeepSeek menolak seruan perlambatan pengembangan AI, menyebut ancaman keselamatan sebagai alat politik untuk menguasai industri.
18 September 2026

All New Pajero Hadirkan Legasi Baru dengan Teknologi Terkini
Mitsubishi resmi meluncurkan All New Pajero secara global, sebagai model flagship yang mewujudkan visi perusahaan hingga 2030, dengan desain total dan fitur canggih untuk pengalaman berkendara off-road premium.
18 September 2026
Berita Lainnya

Anggaran Talangan Utang Kopdes Sudah Siap, Tunggu Tagihan Resmi
Jumat, 18 September 2026, 22.36 WITA

Prabowo Resmikan Pasar Sembako Murah Nasional
Jumat, 18 September 2026, 22.36 WITA

Hyundai: Ancaman Mobil China Bisa Menyerang AS
Jumat, 18 September 2026, 22.36 WITA

PLTB Jadi Penopang Listrik Saat PLTA Menurun
Jumat, 18 September 2026, 22.36 WITA

BRI Private dan Prioritas Hadirkan Akses Kesehatan Eksklusif
Jumat, 18 September 2026, 22.36 WITA

Mutasi Pejabat Kemenkeu Dibatalkan, Bimo Ungkap Nama Ajaib
Jumat, 18 September 2026, 22.35 WITA

Prabowo Dukung Kelompok Rentan, Zulhas Soroti Kebijakan Pro Rakyat
Jumat, 18 September 2026, 22.35 WITA

Rusia Ambil Alih Aset Nestlé dan Perusahaan Eropa Lainnya
Jumat, 18 September 2026, 22.35 WITA


