Jumat, 18 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Hyundai: Ancaman Mobil China Bisa Menyerang AS

CEO Hyundai memperingatkan potensi melonjaknya pasar mobil China di AS jika tidak ada perlindungan perdagangan, menyerupai tren di Eropa dan Inggris.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 22.36 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
Hyundai: Ancaman Mobil China Bisa Menyerang AS📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pimpinan Hyundai Motor, Jose Munoz, mengingatkan Amerika Serikat akan risiko dominasi kendaraan listrik asal China jika kebijakan perlindungan pasar tidak dipertahankan. Dalam pidatonya di San Jose, California, ia menyatakan bahwa tanpa aturan yang ketat, AS berpotensi mengalami dampak serupa dengan pasar Eropa, meski dalam tingkatan yang berbeda. Munoz menekankan pentingnya tetap menjaga tarif dan regulasi yang mencegah masuknya kendaraan China secara masif.

Di sejumlah negara Eropa, mobil China telah menunjukkan daya saing tinggi berkat harga yang lebih rendah, bahkan mencapai 30% hingga 40% lebih murah dibandingkan pesaing lokal. Meskipun Uni Eropa telah menerapkan tarif dan komitmen harga minimum terhadap mobil listrik dari Tiongkok, tren tersebut tetap menyebar. Di Inggris, yang tidak lagi menjadi anggota Uni Eropa, kondisinya justru semakin mengkhawatirkan: tanpa hambatan perdagangan, merek China mendominasi pasar dengan pangsa hampir 15% dari total registrasi mobil baru.

Data dari Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA) menunjukkan bahwa pada paruh pertama tahun ini, mobil merek China telah meraih pangsa lebih dari 9% di pasar Uni Eropa. Di AS, kendati impor kendaraan listrik China saat ini dibatasi oleh tarif sekitar 100%, Munoz menilai kebijakan tersebut harus terus dipertahankan. Ia juga menekankan perlunya strategi jangka panjang dari industri otomotif AS untuk menyerap tekanan dari pesaing asal Tiongkok.

Munoz, yang memiliki pengalaman memimpin operasi Nissan di Tiongkok, mengakui kecepatan inovasi dan perkembangan teknologi industri otomotif di negara itu sangat luar biasa. Namun, ia menegaskan bahwa keunggulan tersebut tidak boleh mengorbankan keberlanjutan industri lokal. Sebagai respons, Hyundai menunda pengembangan sistem bantuan pengemudi Level 2++ internal hingga akhir 2029, dari rencana semula 2027, dan beralih bekerja sama dengan Nvidia untuk teknologi Level 2+ dan Level 2++ mulai 2028.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya