Jumat, 18 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rusia Ambil Alih Aset Nestlé dan Perusahaan Eropa Lainnya

Pemerintah Rusia mengambil alih operasional Nestlé dan tiga perusahaan Eropa melalui dekrit presiden, dengan pengelolaan diberikan kepada entitas baru bernama LEV Management.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 22.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rusia Ambil Alih Aset Nestlé dan Perusahaan Eropa Lainnya📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit yang mengalihkan kendali atas aset perusahaan asing yang masih beroperasi di wilayah negaranya. Dalam kebijakan terbaru ini, Nestlé, jaringan ritel Auchan dari Prancis, serta perusahaan distribusi Lemana Pro—bekas Leroy Merlin—dipindahkan ke pengelolaan perusahaan bernama LEV Management. Langkah serupa juga menjangkau anak usaha FM Logistic, perusahaan logistik asal Prancis, yang beroperasi di Rusia.

Entitas baru bernama LEV Management didirikan pada akhir 2025 dan diketahui dipimpin oleh seorang jenderal dari Kementerian Dalam Negeri Rusia. Perusahaan ini sebelumnya tidak memiliki jejak bisnis yang diketahui secara publik, menimbulkan kecurigaan atas tujuan strategis di balik pengambilalihan aset asing. Keputusan ini merupakan respons lanjutan dari Moskow terhadap sanksi internasional yang diberlakukan sejak invasi ke Ukraina, yang secara signifikan membatasi aktivitas ekonomi dengan negara-negara Barat.

Sejumlah perusahaan Barat sebelumnya telah menarik diri dari pasar Rusia dengan menjual aset atau menghentikan operasi. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Rusia memperketat aturan keluar, bahkan mewajibkan persetujuan presiden untuk transaksi besar. Dalam konteks ini, pengambilalihan aset secara langsung menjadi instrumen kebijakan untuk mempertahankan kontrol atas sektor strategis, meski mengurangi ketergantungan pada modal asing.

Nestlé menyatakan sedang menilai situasi secara menyeluruh dan berkomitmen melindungi hak-hak perusahaan serta keberlangsungan operasi demi kepentingan semua pihak, terutama karyawan. Perusahaan tetap mempertahankan pasokan produk makanan esensial meski telah menghentikan kegiatan iklan, investasi modal, dan impor non-esensial. Menurut analis dari Vontobel, dampak finansial terhadap Nestlé relatif terbatas karena kontribusi Rusia terhadap total penjualan grup hanya sekitar 1% saat ini, turun dari 2% sebelum konflik di Ukraina.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya