Jumat, 18 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Harga Minyak Dunia Rp15 Jutaan, BBM Subsidi Tetap Stabil

Kenaikan harga minyak dunia di atas US$100 per barel tak memengaruhi harga BBM bersubsidi, pemerintah tetap jaga stabilitas hingga akhir 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 22.33 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Harga Minyak Dunia Rp15 Jutaan, BBM Subsidi Tetap Stabil📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kenaikan harga minyak dunia yang menembus angka lebih dari 100 dolar AS per barel menciptakan tekanan terhadap harga energi domestik, namun pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tetap tidak mengalami kenaikan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan bahwa meski kondisi pasar global tidak kondusif, kebijakan subsidi tetap dipertahankan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Dalam pernyataannya di kompleks Istana Kepresidenan, pejabat tinggi itu menekankan bahwa kenaikan harga minyak dunia berdampak langsung pada harga BBM nonsubsidi. Ia menyeru masyarakat yang mampu untuk beralih ke produk BBM nonsubsidi sebagai bentuk kepedulian terhadap alokasi subsidi yang seharusnya dinikmati kelompok rentan.

Harga minyak acuan Brent dan West Texas Intermediate (WTI) mencatat kenaikan signifikan, dengan Brent berada di level 108,68 dolar AS per barel dan WTI di 103,45 dolar AS per barel pada awal pekan. Kenaikan tersebut terjadi setelah lonjakan lebih dari 6 persen dalam satu perdagangan, dengan kenaikan mingguan mencapai hampir 13 persen, menunjukkan volatilitas pasar global yang tinggi.

PT Pertamina Patra Niaga menegaskan kembali komitmen mengikuti kebijakan pemerintah dalam penetapan harga BBM, termasuk di tengah fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Harga Pertamax dan Pertamina Dex tetap ditetapkan sesuai formula yang berlaku, tanpa perubahan mendadak. Perusahaan menegaskan bahwa BBM bersubsidi akan tetap stabil hingga akhir tahun 2026 sesuai arahan pemerintah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya