Prabowo Dukung Kelompok Rentan, Zulhas Soroti Kebijakan Pro Rakyat
Zulkifli Hasan menekankan komitmen pemerintahan Prabowo terhadap rakyat kecil melalui kebijakan ekonomi yang mengurangi beban nelayan, pelaku usaha mikro, dan ojek online.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 22.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, menyampaikan keberpihakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terhadap kelompok masyarakat rentan dalam perayaan HUT ke-29 partainya. Ia menyoroti berbagai kebijakan strategis yang telah diambil, mulai dari penurunan bunga pembiayaan hingga perbaikan nilai tukar nelayan dan pengemudi ojek online. Menurutnya, keselarasan nilai antara PAN dan pemerintah terlihat jelas dalam upaya memperkuat ekonomi rakyat kecil.
Zulhas menekankan pentingnya Pasal 33 UUD 1945 sebagai fondasi kebijakan yang berpihak pada keadilan sosial. Ia menyebut kondisi nelayan Indonesia yang masih lemah, meski negara memiliki wilayah laut terluas di dunia. Nilai tukar nelayan hanya berada di angka 103, jauh di bawah petani padi yang mencapai 129. Ia menekankan bahwa tanpa dukungan penuh, nelayan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar, termasuk pendidikan anak.
Dalam kesempatan yang sama, Zulhas mengungkapkan bahwa pencurian ikan di perairan nasional mencapai lebih dari Rp 200 triliun per tahun, menurut pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan. Ia menyoroti bahwa kelemahan nelayan lokal menjadi salah satu faktor utama kerentanan terhadap eksploitasi asing. Namun, ia menyebut langkah pemerintah dalam membangun kampung nelayan sebagai bentuk dukungan konkret terhadap kelompok tersebut.
Zulhas juga mengapresiasi penurunan bunga pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, khususnya program Mekaar yang kini hanya dikenakan suku bunga 8 persen, turun dari sebelumnya 24 persen. Ia membandingkan dengan bunga bagi pengusaha besar yang hanya 9 persen, menunjukkan ketimpangan yang kini mulai diperbaiki. Di sektor transportasi daring, ia menyebut potongan yang dikenakan aplikator terhadap pengemudi ojek online turun dari 20 persen menjadi 8 persen, berkat kebijakan baru.
Dengan berbagai indikator tersebut, Zulhas menyatakan bahwa pemerintahan Prabowo telah menunjukkan komitmen nyata terhadap keadilan ekonomi. Ia menegaskan bahwa kebijakan yang diambil bukan sekadar retorika, melainkan respons langsung terhadap permasalahan struktural yang dihadapi masyarakat kecil. Kebijakan ini, menurutnya, menjadi bukti keselarasan nilai antara PAN dan pemerintah dalam membangun ekonomi yang inklusif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PLTB Jadi Penopang Listrik Saat PLTA Menurun
Kementerian ESDM soroti potensi PLTB di Sulawesi Selatan sebagai solusi pasokan listrik saat PLTA terganggu akibat El Nino.
18 September 2026

Rusia Ambil Alih Aset Nestlé dan Perusahaan Eropa Lainnya
Pemerintah Rusia mengambil alih operasional Nestlé dan tiga perusahaan Eropa melalui dekrit presiden, dengan pengelolaan diberikan kepada entitas baru bernama LEV Management.
18 September 2026

Harga Minyak Dunia Rp15 Jutaan, BBM Subsidi Tetap Stabil
Kenaikan harga minyak dunia di atas US$100 per barel tak memengaruhi harga BBM bersubsidi, pemerintah tetap jaga stabilitas hingga akhir 2026.
18 September 2026

Menhub Mutasi Pimpinan Dirjen Hubla, Lollan Panjaitan Jabat Plt
Menteri Perhubungan menunjuk Lollan Panjaitan sebagai Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut dalam rangka penyegaran organisasi dan peningkatan keselamatan pelayaran.
18 September 2026
Berita Lainnya

iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Hadir di Singapura dengan Harga Mulai Segini
Jumat, 18 September 2026, 22.37 WITA

Anggaran Talangan Utang Kopdes Sudah Siap, Tunggu Tagihan Resmi
Jumat, 18 September 2026, 22.36 WITA

Prabowo Resmikan Pasar Sembako Murah Nasional
Jumat, 18 September 2026, 22.36 WITA

Hyundai: Ancaman Mobil China Bisa Menyerang AS
Jumat, 18 September 2026, 22.36 WITA

BRI Private dan Prioritas Hadirkan Akses Kesehatan Eksklusif
Jumat, 18 September 2026, 22.36 WITA

Mutasi Pejabat Kemenkeu Dibatalkan, Bimo Ungkap Nama Ajaib
Jumat, 18 September 2026, 22.35 WITA

Eksekutif AS: Ancaman AI Bukan Hoaks, Butuh Kolaborasi dengan Tiongkok
Jumat, 18 September 2026, 22.34 WITA

BP BUMN Rancang Penggabungan Inhutani I dan V
Jumat, 18 September 2026, 22.34 WITA


