Transaksi Jumbo 180 Juta Lembar Saham BINA Guncang Pasar
Perdagangan saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) mencatat transaksi besar di pasar negosiasi, senilai Rp738 miliar, dengan volume 180 juta lembar saham pada harga Rp4.100 per saham.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 19.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada Jumat (18/9/2026), pasar saham mencatat pergerakan mencolok di emiten milik Anthoni Salim, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), melalui transaksi jumbo di pasar negosiasi. Transaksi tersebut melibatkan 1,8 juta lot atau setara 180 juta lembar saham dengan nilai mencapai Rp738 miliar, terjadi menjelang penutupan perdagangan. Harga per saham dalam transaksi ini ditetapkan pada level Rp4.100, menunjukkan minat besar dari pelaku pasar dalam instrumen tersebut.
Pergerakan harga saham BINA sempat menguat hingga menyentuh level tertinggi harian Rp4.100 sebelum akhirnya melemah ke posisi Rp4.050 pada akhir sesi. Volume perdagangan harian mencapai sekitar 380 ribu lembar saham, dengan nilai transaksi total sekitar Rp1,54 miliar. Rata-rata harga transaksi harian berada di kisaran Rp4.046, menunjukkan dinamika pasar yang cukup aktif meski tidak sebesar transaksi jumbo yang terjadi.
Transaksi besar ini bukan yang pertama kali terjadi di BINA. Pada Selasa (20/1/2026), pasar juga mencatat transaksi jumbo dengan nilai Rp733,7 miliar, melibatkan 159,5 juta saham melalui pasar negosiasi. Kedua peristiwa tersebut menunjukkan adanya aktivitas signifikan dari investor besar terhadap emiten yang dikelola oleh kelompok Salim.
Anthoni Salim tetap menjadi pengendali utama Bank Ina Perdana melalui PT Indolife Pensiontama yang menguasai 22,83% saham. Selain itu, ia juga mengendalikan saham melalui PT Gaya Hidup Masa Kini (11,84%) dan PT Samudra Biru (18,16%), sehingga total kepemilikan mengarah pada kontrol penuh atas emiten tersebut. Kelompok Salim secara resmi mengambil alih kendali atas Bank Ina Perdana sejak 18 Maret 2020, menjadikannya bagian dari kelompok bank modal inti (KBMI) 1.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Neta Siap Bangkit, Produksi SUV Dilanjutkan Setelah Restrukturisasi
Perusahaan induk Neta Auto di China resmi rencanakan pemulihan dengan akuisisi oleh konsorsium baru, fokus pada produksi SUV dan pemulihan layanan purnajual di Indonesia.
18 September 2026

Tidak Ada Kenaikan Tarif PPN, Pemerintah Tekankan Efisiensi Pemungutan
Pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan tarif PPN meski pendapatan pajak masih belum mencapai target, dengan fokus pada peningkatan efisiensi dan penguatan basis perpajakan.
18 September 2026

Pembiayaan APBN 2026 Tetap Dilanjutkan Lewat Surat Berharga Negara
Pemerintah mempertahankan strategi penerbitan SBN domestik untuk menutup defisit APBN 2026 sebesar 2,85% tanpa perubahan signifikan.
18 September 2026

Haji Isam Incar 30% Saham BYAN, BBM Pakistan Naik Tajam
Kebijakan subsidi BBM di Pakistan mulai berlaku, tetapi masyarakat kesulitan mendaftar, sementara Haji Isam dikabarkan akan akuisisi 30% saham PT Bayan Resources Tbk melalui entitas baru.
18 September 2026
Berita Lainnya

CitraLand Kendari Dirancang Jadi Pusat Bisnis dan Gaya Hidup Kota
Jumat, 18 September 2026, 19.54 WITA

Prabowo Dorong Pengembangan Bensin E50 Usai B50 Berlaku
Jumat, 18 September 2026, 19.47 WITA

Kuah Coto, Inovasi Warung Bakso di Kendari yang Menyatukan Dua Legenda Rasa
Jumat, 18 September 2026, 19.45 WITA

Kendari Diprediksi Alami Kekeringan Ekstrim pada Musim Kemarau 2026
Jumat, 18 September 2026, 19.40 WITA

OpenAI Ungkap Perilaku AI Bermasalah, Janji Laporan Transparan
Jumat, 18 September 2026, 19.39 WITA

Meta Dihadapkan Gugatan Soal Penggunaan Foto Pengguna untuk AI Wajah
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA

DeepSeek: Seruan Perlambatan AI Bentuk Kepemilikan Monopoli
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA

Mantan Pejabat Keuangan Buron ke Yunani Sebelum Vonis
Jumat, 18 September 2026, 19.36 WITA


