Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ibu Pejuang di Balik Bayangan Pembunuh

Drama Korea "A Bona Fide Killer" menampilkan kisah ibu pekerja kantoran yang menyelundupkan identitas sebagai pembunuh bayaran bernama Kingfisher, dengan rating nasional 9,6 persen pada episode ke-11.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 11.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Ibu Pejuang di Balik Bayangan Pembunuh📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Seorang ibu muda yang dikenal sebagai pekerja kantoran biasa di perusahaan elektronik ternyata menyimpan identitas tersembunyi sebagai pembunuh bayaran bernama Kingfisher. Dalam serial yang disutradarai Yoon Jong Ho, Gong Hyo Jin memerankan Yoo Bo Na, sosok yang harus menjaga keseimbangan antara tugas sebagai ibu dan misi berbahaya di dunia gelap. Setiap keputusannya dalam menjalankan misi selalu dipengaruhi oleh tanggung jawab terhadap anaknya yang masih kecil.

Kehidupan Bo Na dibagi dua: di kantor, ia memenuhi target penjualan dengan cara biasa, sementara di malam hari, ia mengubah diri menjadi Kingfisher, seorang pelaku yang mengejar kriminal yang dianggap lolos dari hukuman berat meski telah melakukan kejahatan serius. Tidak seperti pembunuh bayaran lain, Kingfisher tidak bekerja demi uang, melainkan demi memperbaiki ketidakadilan yang terjadi dalam sistem hukum.

Ketegangan semakin memuncak ketika suaminya, seorang jurnalis bernama Kwon Tae Sung, mulai menyelidiki kasus-kasus misterius yang terkait dengan pekerjaan rahasia Bo Na. Di sisi lain, detektif Lee Dong Jin juga bergerak mendekati kebenaran, menimbulkan ancaman terhadap kehidupan pribadinya. Setiap misi yang dijalani Bo Na kini tak hanya berisiko bagi nyawanya, tetapi juga mengancam keutuhan keluarganya.

Drama yang tayang di MBC ini mendapat respons positif dari penonton, terbukti dari capaian rating nasional 9,6 persen pada episode ke-11 yang disiarkan pada 11 September. Melalui alur yang padat, karya ini tidak hanya menawarkan aksi intens dan dramatisasi emosional, tetapi juga mengajak penonton mempertanyakan batas antara keadilan dan kekerasan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya