Pengelolaan Mineral Harus Dorong Nilai Tambah Nasional
Anggota Komisi XII DPR menekankan pentingnya hilirisasi mineral untuk ciptakan lapangan kerja, tingkatkan penerimaan negara, dan wujudkan kesejahteraan rakyat.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 11.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penguasaan sumber daya alam nasional harus diimbangi dengan pengolahan dalam negeri guna menciptakan nilai tambah yang signifikan. Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar menegaskan bahwa pengelolaan mineral tidak boleh berhenti pada ekspor bahan mentah, melainkan harus bertransformasi menjadi industri berbasis lokal. Ia menekankan bahwa proses ini mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan negara, serta mendorong kemandirian ekonomi.
Dalam rapat kerja dengan Grup MIND ID, Gunhar menyoroti bahwa nilai tambah bukan sekadar hasil dari produksi, tetapi juga dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai, jika sumber daya alam dikelola dengan baik, maka manfaatnya tidak hanya terasa di tingkat korporasi, melainkan juga dirasakan secara luas oleh rakyat.
Rokhmat Ardiyan, anggota Komisi XII lainnya, mendukung penguatan tata kelola mineral melalui peningkatan kapasitas teknologi dan akses permodalan. Ia menilai bahwa keberadaan MIND ID sebagai entitas strategis perlu diperkuat agar dapat memperbesar penguasaan nasional atas aset mineral. Menurutnya, tanpa dukungan infrastruktur dan kebijakan yang mendukung, upaya hilirisasi akan terhambat.
Selly Adriatika, Kepala Divisi Institutional Relations MIND ID, menegaskan bahwa kepemilikan mayoritas Indonesia atas aset strategis seperti PTFI harus memiliki makna lebih dari sekadar kepemilikan saham. Ia menekankan perlunya transformasi dari pemilik aset menjadi pemilik nilai tambah, di mana hasil dari eksploitasi mineral dirasakan secara langsung oleh negara dan masyarakat. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan kesejahteraan berkelanjutan melalui ekonomi yang berbasis sumber daya alam yang dikelola secara optimal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Freeport Tuntaskan Rp25 Triliun untuk Pengembangan Tambang Kucing Liar
PT Freeport Indonesia telah mengalokasikan Rp25 triliun untuk pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar, yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.
19 September 2026

LiuGong Perkenalkan F-Series Excavator untuk Dukung Pertambangan di Sulawesi
LiuGong meluncurkan seri F-Series excavator di Makassar, menawarkan solusi alat berat dengan efisiensi bahan bakar hingga 16 persen dan peningkatan produktivitas 15 persen untuk mendukung industri pertambangan di Sulawesi.
18 September 2026
Bupati Bombana Dorong Hilirisasi Pertanian Lewat Kerja Sama Unhas
Kerja sama strategis antara Pemkab Bombana dan Unhas diwujudkan melalui program agrominapolitan untuk tingkatkan nilai tambah produk pertanian melalui hilirisasi.
18 September 2026

PT Timah Mulai Kelola Logam Tanah Jarang dari Sisa Tambang
PT Timah resmi memulai pengelolaan logam tanah jarang dari sisa hasil produksi tambang timah, berkat dukungan regulasi dan kolaborasi dengan lembaga industri mineral.
18 September 2026
Berita Lainnya

Redmi Note 17 Pro Max 5G Resmi Meluncur di Indonesia dengan Baterai 10.000 mAh
Sabtu, 19 September 2026, 11.46 WITA

Potensi Hujan Lebat Landai di Sejumlah Wilayah Sulawesi Tenggara
Sabtu, 19 September 2026, 11.39 WITA

BRI Private Raih Penghargaan Internasional untuk Layanan Perbankan Privat
Sabtu, 19 September 2026, 11.39 WITA

BYD Tarik 183 Ribu Unit Mobil Akibat Kekelainan Rem
Sabtu, 19 September 2026, 11.38 WITA

Pemerintah Kaji Skema Layer Baru Cukai Rokok untuk Tarik Produsen Ilegal
Sabtu, 19 September 2026, 11.38 WITA

Pemerintah Realisasi Belanja Bunga Utang Rp394 Triliun Hingga Agustus 2026
Sabtu, 19 September 2026, 11.38 WITA

Realisasi Transfer ke Daerah Capai Rp504,3 Triliun hingga Agustus
Sabtu, 19 September 2026, 11.37 WITA

Trump dan Xi Bahas Perdagangan hingga Kecerdasan Buatan di Pertemuan Washington
Sabtu, 19 September 2026, 11.36 WITA


