Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

DPRD Dorong Keberlanjutan Program Padat Karya di Bogor

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor menegaskan pentingnya sinergi pemerintah dan lembaga legislatif untuk memastikan kelanjutan program padat karya yang melibatkan 1.700 warga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 23.20 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
DPRD Dorong Keberlanjutan Program Padat Karya di Bogor📷 Tempo

Kendari, ıNarasikita - Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata, hadir secara langsung dalam pelaksanaan Program Padat Karya di Lapangan Heulang, Kecamatan Tanah Sareal, pada 13 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung selama 10 hari ini melibatkan warga dari enam kecamatan dan 68 kelurahan, dengan fokus pada pemeliharaan dan pembersihan fasilitas publik di berbagai titik strategis kota. Pembersihan meliputi drainase, jalan raya, trotoar, serta area umum lainnya yang menjadi kewajiban bersama dalam menjaga kenyamanan lingkungan.

Dadang menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi aktif masyarakat dan efektivitas program yang sekaligus menjadi alat penopang ekonomi bagi warga. Ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak lepas dari kolaborasi antara Pemerintah Kota dan DPRD dalam penyusunan anggaran yang berkelanjutan. “Kami mohon doa restu agar sinergi antara eksekutif dan legislatif terus terjaga, khususnya dalam memastikan anggaran padat karya tetap tersedia setiap tahun,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga kondisi fisik selama bekerja. Dadang menekankan pentingnya menghentikan aktivitas jika merasa lelah, karena risiko kesehatan jauh lebih berdampak daripada manfaat finansial dari program. “Jangan dipaksakan kalau capek. Biaya berobat jauh lebih tinggi dibanding honor yang diterima,” imbuhnya, menekankan aspek kemanusiaan dalam pelaksanaan kegiatan.

Program Padat Karya yang dilaksanakan secara rutin tiap tahun ini bukan sekadar upaya pemeliharaan infrastruktur, tetapi juga strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan menyerap 1.700 peserta, program ini mampu memberikan penghasilan tambahan, menekan angka pengangguran, serta memperkuat nilai gotong royong. Titik-titik pelaksanaan seperti Masjid Salman, Jalan Merdeka, Alun-Alun Kota Bogor, Lapangan Sempur, dan Surya Kencana menjadi bukti distribusi manfaat yang merata di berbagai wilayah kota.

Dengan dampak ganda yang dirasakan—lingkungan yang lebih bersih dan masyarakat yang lebih sejahtera—Dadang menilai program ini layak menjadi bagian dari kebijakan permanen. Ia berharap ke depan, program tidak hanya bertahan secara tahunan, tetapi juga ditingkatkan kualitas dan cakupannya agar mampu menjawab tantangan sosial ekonomi yang terus berkembang di tengah dinamika kota.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya