Penembakan di Sekolah Menengah Filipina Tewaskan Tiga Orang
Insiden penembakan di SMA Nasional Banga, Cotabato Selatan, menewaskan tiga remaja dan melukai lima lainnya, dengan pelaku diduga tewas bunuh diri setelah melakukan aksi.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 23.27 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Peristiwa penembakan terjadi pada Jumat, 18 September, di Sekolah Menengah Atas Nasional Banga, Provinsi Cotabato Selatan, Filipina, yang mengakibatkan tiga korban tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka. Semua korban adalah siswa berusia antara 14 hingga 17 tahun, menunjukkan dampak serius terhadap kalangan pelajar di lokasi kejadian. Kondisi empat dari delapan korban luka berada dalam status kritis, membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit terdekat.
Menanggapi insiden tersebut, Gubernur South Cotabato, Reynaldo Tamayo, menyatakan bahwa pelaku diduga melakukan aksi penembakan sebelum kemudian bunuh diri. Ia menegaskan bahwa kepolisian setempat telah mengamankan lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan mendalam terhadap motif serta latar belakang pelaku. Tidak ditemukan indikasi adanya keterlibatan kelompok teroris atau ancaman terhadap keamanan publik secara luas.
Kementerian Pendidikan Filipina segera mengeluarkan pernyataan keprihatinan dan menjamin keamanan seluruh sekolah di wilayah tersebut. Pihak sekolah juga memastikan akan memberikan dukungan psikologis kepada para siswa yang terdampak, termasuk melibatkan konselor dan tenaga profesional.
Kejadian ini menjadi peringatan atas kerentanan institusi pendidikan terhadap kekerasan, terutama di daerah yang sempat mengalami konflik bersenjata. Pemerintah daerah berkomitmen untuk meningkatkan sistem keamanan di sekolah-sekolah, termasuk penerapan sistem pengawasan dan pelatihan kesiapsiagaan darurat bagi staf dan siswa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Persidangan Korupsi Kuota Haji 2023–2024: Dugaan Aliran Dana ke Pejabat dan Jatah Fee untuk Kelompok Tertentu
Sidang kasus dugaan korupsi kuota haji 2023–2024 di Pengadilan Tipikor mengungkap aliran dana dan alokasi kuota yang diduga melanggar aturan, dengan terdakwa Yaqut Cholil Qoumas dan empat pihak lainnya disebut merugikan negara hingga Rp622 miliar.
19 September 2026
Pria Serang Anggota DPR AS dengan Cuka Dihukum 14 Bulan Penjara
Seorang warga Minnesota divonis satu tahun dua bulan penjara karena menyemprotkan cuka ke anggota DPR AS Ilhan Omar saat pidato, dengan alasan ketidaksetujuan terhadap pandangan politiknya.
19 September 2026

Pernikahan Paksa di China: Kekerasan yang Tersembunyi di Balik Tradisi
Seorang remaja perempuan asal Gansu diselamatkan setelah dibawa kabur orang tuanya untuk dipaksa menikah, mengungkap sistem kekerasan gender yang masih merajalela di China.
19 September 2026

Jule Tak Dituntut, Polisi Serahkan ke BNNP untuk Rehabilitasi
Polisi memutuskan tidak menetapkan selebgram Jule sebagai tersangka dalam kasus vape etomidate, menilainya sebagai pemakai dan menyerahkan proses rehabilitasi ke BNNP.
19 September 2026
Berita Lainnya

Uni Eropa Desak AS Cabut Larangan Visa untuk Delegasi Palestina
Sabtu, 19 September 2026, 23.27 WITA

Pembayaran Bunga Utang Pemerintah Capai Rp394 Triliun Hingga Agustus 2026
Sabtu, 19 September 2026, 23.26 WITA

Indonesia Perkenalkan Budaya di Resepsi Kemerdekaan di London
Sabtu, 19 September 2026, 23.25 WITA

Sinergi Kemenko PM dan RRI Dorong UMKM Bangkit Melalui Pasar Rakyat
Sabtu, 19 September 2026, 23.24 WITA

45 Negara Dekati BRICS Meski Tekanan Barat Meningkat
Sabtu, 19 September 2026, 23.24 WITA

Hanwha Life Perkuat Fondasi Bisnis untuk Tumbuh Berkelanjutan
Sabtu, 19 September 2026, 23.23 WITA

Pemerintah Lampung Alihkan KBM Tatap Muka ke Daring Akibat Abu Vulkanik
Sabtu, 19 September 2026, 23.23 WITA

Dua Korban MBG Dirujuk ke Jakarta untuk Penanganan Psikologis
Sabtu, 19 September 2026, 23.23 WITA

