45 Negara Dekati BRICS Meski Tekanan Barat Meningkat
Sebanyak 45 negara menunjukkan ketertarikan untuk bergabung dengan BRICS, menunjukkan ketahanan daya tarik kelompok ekonomi berkembang meski menghadapi tekanan dari negara-negara Barat.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 23.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Ketertarikan global terhadap BRICS terus menguat, dengan 45 negara menyatakan minat atau mengajukan keinginan untuk bergabung, sekalipun menghadapi tekanan dari blok Barat, terutama Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa dinamika ini mencerminkan kesadaran luas bahwa BRICS menjadi wajah utama tatanan dunia multipolar yang sedang terbentuk. Kebijakan ekonomi dan diplomasi yang berbasis pada prinsip keadilan dan kemandirian menjadi daya tarik utama bagi negara-negara berkembang.
Perhelatan KTT BRICS ke-18 yang diselenggarakan di New Delhi, India, pada 12–13 September 2026, menjadi pusat perhatian global atas dinamika keanggotaan yang terus berkembang. India, sebagai tuan rumah, memperkuat peran BRICS sebagai forum multilateral yang inklusif. Rusia, dalam pernyataannya, menyatakan dukungan terhadap upaya Bangladesh untuk bergabung, meskipun proses evaluasi masih berlangsung di antara anggota tetap.
Lavrov menekankan bahwa ancaman tarif dan tekanan politik dari AS terhadap negara yang berminat bergabung tidak mengurangi semangat keanggotaan. Ia menilai bahwa ketertarikan tersebut tidak hanya berasal dari negara-negara yang ingin menjadi anggota penuh, tetapi juga dari yang memilih status mitra strategis. Menurutnya, persepsi bahwa BRICS merupakan ancaman terhadap dominasi Barat justru memperkuat keinginan negara-negara berkembang untuk membangun arsitektur global yang lebih seimbang.
Pernyataan itu menggambarkan bahwa BRICS bukan sekadar aliansi ekonomi, tetapi juga simbol pergeseran kekuatan global yang menekankan kerja sama berbasis kepentingan bersama, bukan dominasi satu blok. Minat yang terus meningkat menunjukkan bahwa banyak negara melihat BRICS sebagai platform yang relevan dalam menghadapi kompleksitas geopolitik dan ekonomi global saat ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Lampung Alihkan KBM Tatap Muka ke Daring Akibat Abu Vulkanik
Seluruh satuan pendidikan di Lampung diminta melaksanakan pembelajaran daring mulai 7 hingga 8 September 2026 sebagai respons atas sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
19 September 2026

KKP Tetapkan 683 Ribu Hektare di Maluku sebagai Kawasan Konservasi
Pemerintah resmi menetapkan kawasan laut Teon, Nila, dan Serua seluas 683.826,89 hektare sebagai kawasan konservasi untuk perlindungan ekosistem dan dukung target 30 persen perlindungan laut hingga 2045.
19 September 2026

Mojokerto Raih Penghargaan Nasional Kesehatan Terbaik
Kota Mojokerto meraih penghargaan terbaik nasional dalam akses dan kualitas layanan kesehatan, didukung komitmen tinggi dan anggaran prioritas yang memastikan 97,31 persen warganya tercakup jaminan kesehatan.
19 September 2026

Banten Raih Penghargaan untuk Program Perumahan Berdampak Nyata
Provinsi Banten mendapat apresiasi nasional atas kinerja penyelesaian rumah layak huni, dengan total 12.208 unit terbangun pada 2025 dan target 168 unit pada 2026.
19 September 2026
Berita Lainnya

Persidangan Korupsi Kuota Haji 2023–2024: Dugaan Aliran Dana ke Pejabat dan Jatah Fee untuk Kelompok Tertentu
Sabtu, 19 September 2026, 23.30 WITA
Pria Serang Anggota DPR AS dengan Cuka Dihukum 14 Bulan Penjara
Sabtu, 19 September 2026, 23.30 WITA

Pernikahan Paksa di China: Kekerasan yang Tersembunyi di Balik Tradisi
Sabtu, 19 September 2026, 23.28 WITA

Uni Eropa Desak AS Cabut Larangan Visa untuk Delegasi Palestina
Sabtu, 19 September 2026, 23.27 WITA

Penembakan di Sekolah Menengah Filipina Tewaskan Tiga Orang
Sabtu, 19 September 2026, 23.27 WITA

Pembayaran Bunga Utang Pemerintah Capai Rp394 Triliun Hingga Agustus 2026
Sabtu, 19 September 2026, 23.26 WITA

Jule Tak Dituntut, Polisi Serahkan ke BNNP untuk Rehabilitasi
Sabtu, 19 September 2026, 23.26 WITA

Indonesia Perkenalkan Budaya di Resepsi Kemerdekaan di London
Sabtu, 19 September 2026, 23.25 WITA

