Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

45 Negara Dekati BRICS Meski Tekanan Barat Meningkat

Sebanyak 45 negara menunjukkan ketertarikan untuk bergabung dengan BRICS, menunjukkan ketahanan daya tarik kelompok ekonomi berkembang meski menghadapi tekanan dari negara-negara Barat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 23.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
45 Negara Dekati BRICS Meski Tekanan Barat Meningkat📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Ketertarikan global terhadap BRICS terus menguat, dengan 45 negara menyatakan minat atau mengajukan keinginan untuk bergabung, sekalipun menghadapi tekanan dari blok Barat, terutama Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa dinamika ini mencerminkan kesadaran luas bahwa BRICS menjadi wajah utama tatanan dunia multipolar yang sedang terbentuk. Kebijakan ekonomi dan diplomasi yang berbasis pada prinsip keadilan dan kemandirian menjadi daya tarik utama bagi negara-negara berkembang.

Perhelatan KTT BRICS ke-18 yang diselenggarakan di New Delhi, India, pada 12–13 September 2026, menjadi pusat perhatian global atas dinamika keanggotaan yang terus berkembang. India, sebagai tuan rumah, memperkuat peran BRICS sebagai forum multilateral yang inklusif. Rusia, dalam pernyataannya, menyatakan dukungan terhadap upaya Bangladesh untuk bergabung, meskipun proses evaluasi masih berlangsung di antara anggota tetap.

Lavrov menekankan bahwa ancaman tarif dan tekanan politik dari AS terhadap negara yang berminat bergabung tidak mengurangi semangat keanggotaan. Ia menilai bahwa ketertarikan tersebut tidak hanya berasal dari negara-negara yang ingin menjadi anggota penuh, tetapi juga dari yang memilih status mitra strategis. Menurutnya, persepsi bahwa BRICS merupakan ancaman terhadap dominasi Barat justru memperkuat keinginan negara-negara berkembang untuk membangun arsitektur global yang lebih seimbang.

Pernyataan itu menggambarkan bahwa BRICS bukan sekadar aliansi ekonomi, tetapi juga simbol pergeseran kekuatan global yang menekankan kerja sama berbasis kepentingan bersama, bukan dominasi satu blok. Minat yang terus meningkat menunjukkan bahwa banyak negara melihat BRICS sebagai platform yang relevan dalam menghadapi kompleksitas geopolitik dan ekonomi global saat ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya