Banten Raih Penghargaan untuk Program Perumahan Berdampak Nyata
Provinsi Banten mendapat apresiasi nasional atas kinerja penyelesaian rumah layak huni, dengan total 12.208 unit terbangun pada 2025 dan target 168 unit pada 2026.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 23.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Banten meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah di wilayah Jawa-Bali. Penghargaan ini diberikan atas pencapaian nyata dalam menyelesaikan rumah tidak layak huni (RTLH) serta mempercepat akses perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Penilaian menyoroti sinergi antarlembaga, pengelolaan data terpadu, dan inovasi dalam pemanfaatan aset daerah untuk pembangunan perumahan.
Pada tahun 2025, sebanyak 370 unit rumah layak huni berhasil dibangun oleh Pemprov Banten melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman. Rinciannya mencakup 160 unit untuk korban bencana, 52 unit rehabilitasi, serta 158 unit perbaikan di kawasan permukiman kumuh. Selain itu, alokasi dari pemerintah kabupaten/kota mencapai 3.149 unit, dengan distribusi terbesar di Kabupaten Tangerang (1.197 unit) dan Kota Tangerang (1.000 unit). Bantuan dari pemerintah pusat juga menjangkau 373 unit di Kabupaten Pandeglang. Secara keseluruhan, total rumah layak huni yang terbangun mencapai 12.208 unit.
Tahun ini, Pemprov Banten menargetkan penyelesaian 168 unit bantuan rumah, termasuk 83 unit untuk korban bencana, 58 unit rehabilitasi rumah rusak sedang, dan 20 unit perbaikan RTLH di permukiman kumuh. Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) juga dijalankan hingga 11.739 unit. Kolaborasi dengan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menjadi salah satu kunci keberhasilan. Semua bantuan diberikan berdasarkan verifikasi data dari DTSEN, dengan prioritas pada masyarakat di desil 1 hingga 4, terutama desil 1 dan 2.
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menerima penghargaan secara resmi mewakili Gubernur Andra Soni. Ia menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kerja kolektif yang berfokus pada kebutuhan dasar warga. Selain trofi dan sertifikat, Banten juga mendapatkan tambahan kuota rehabilitasi sebanyak 250 unit dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Dimyati menegaskan bahwa bantuan akan disalurkan secara adil dan tepat sasaran, dengan pengawasan ketat terhadap proses penyaluran.
Warga yang menerima bantuan menyampaikan rasa syukur atas perubahan kondisi hunian. Solehuddin dari Kabupaten Pandeglang mengaku kini tinggal di rumah yang tidak lagi bocor dan layak untuk keluarganya. Leli Nurhayati, yang rumahnya hampir roboh, kini memiliki fasilitas air bersih dan sanitasi layak. Rini Andriyani, buruh cuci yang tidak menyangka menerima bantuan, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena rumah baru telah memberikan kenyamanan dan harapan baru bagi keluarganya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

45 Negara Dekati BRICS Meski Tekanan Barat Meningkat
Sebanyak 45 negara menunjukkan ketertarikan untuk bergabung dengan BRICS, menunjukkan ketahanan daya tarik kelompok ekonomi berkembang meski menghadapi tekanan dari negara-negara Barat.
19 September 2026

Pemerintah Lampung Alihkan KBM Tatap Muka ke Daring Akibat Abu Vulkanik
Seluruh satuan pendidikan di Lampung diminta melaksanakan pembelajaran daring mulai 7 hingga 8 September 2026 sebagai respons atas sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
19 September 2026

KKP Tetapkan 683 Ribu Hektare di Maluku sebagai Kawasan Konservasi
Pemerintah resmi menetapkan kawasan laut Teon, Nila, dan Serua seluas 683.826,89 hektare sebagai kawasan konservasi untuk perlindungan ekosistem dan dukung target 30 persen perlindungan laut hingga 2045.
19 September 2026

Mojokerto Raih Penghargaan Nasional Kesehatan Terbaik
Kota Mojokerto meraih penghargaan terbaik nasional dalam akses dan kualitas layanan kesehatan, didukung komitmen tinggi dan anggaran prioritas yang memastikan 97,31 persen warganya tercakup jaminan kesehatan.
19 September 2026
Berita Lainnya

Persidangan Korupsi Kuota Haji 2023–2024: Dugaan Aliran Dana ke Pejabat dan Jatah Fee untuk Kelompok Tertentu
Sabtu, 19 September 2026, 23.30 WITA
Pria Serang Anggota DPR AS dengan Cuka Dihukum 14 Bulan Penjara
Sabtu, 19 September 2026, 23.30 WITA

Pernikahan Paksa di China: Kekerasan yang Tersembunyi di Balik Tradisi
Sabtu, 19 September 2026, 23.28 WITA

Uni Eropa Desak AS Cabut Larangan Visa untuk Delegasi Palestina
Sabtu, 19 September 2026, 23.27 WITA

Penembakan di Sekolah Menengah Filipina Tewaskan Tiga Orang
Sabtu, 19 September 2026, 23.27 WITA

Pembayaran Bunga Utang Pemerintah Capai Rp394 Triliun Hingga Agustus 2026
Sabtu, 19 September 2026, 23.26 WITA

Jule Tak Dituntut, Polisi Serahkan ke BNNP untuk Rehabilitasi
Sabtu, 19 September 2026, 23.26 WITA

Indonesia Perkenalkan Budaya di Resepsi Kemerdekaan di London
Sabtu, 19 September 2026, 23.25 WITA

