Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Uni Eropa Desak AS Cabut Larangan Visa untuk Delegasi Palestina

Uni Eropa mengecam keputusan AS menolak visa bagi Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan delegasi, menekankan pentingnya partisipasi penuh Palestina dalam Sidang Umum PBB.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 23.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Uni Eropa Desak AS Cabut Larangan Visa untuk Delegasi Palestina📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Uni Eropa menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap keputusan Amerika Serikat yang kembali menolak memberikan izin masuk bagi delegasi Palestina, termasuk Presiden Mahmoud Abbas, untuk hadir secara langsung dalam Sidang Umum PBB di New York. Keputusan ini merupakan yang kedua kalinya secara beruntun, menimbulkan kekhawatiran terhadap prinsip keberagaman dan inklusi dalam forum multilateral global.

Dalam pernyataan resmi, juru bicara diplomatik Uni Eropa menegaskan bahwa penolakan tersebut bertentangan dengan komitmen AS sebagai tuan rumah PBB dan merusak kewajiban internasional untuk memastikan akses penuh bagi semua negara anggota. Pihak Uni Eropa mendesak Washington untuk merevisi kebijakan yang dinilai diskriminatif dan menghambat dialog global.

Sebelumnya, pada masa pemerintahan Donald Trump, keputusan serupa juga diambil, memaksa Abbas menyampaikan pidatonya melalui rekaman video. Kali ini, meskipun Majelis Umum PBB memutuskan dengan suara bulat 152-3 untuk mengizinkan Palestina tampil secara virtual, hanya perwakilan misi PBB di New York yang diperbolehkan hadir secara fisik.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyampaikan keprihatinan atas dampak kebijakan tersebut, menekankan bahwa pengecualian partisipasi Palestina dapat melemahkan kredibilitas dan kinerja organisasi global. Kekerasan Israel di Tepi Barat dan kembali terjadinya serangan di Jalur Gaza, meski ada gencatan senjata, turut menjadi konteks penting di balik kritik internasional terhadap kebijakan AS.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya