Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bappenas Dorong Kolaborasi Pendanaan Inovatif untuk SDGs

Program Leadership SDG Certified memperkuat jaringan pembiayaan inovatif dengan mempertemukan pelaku lokal dan sumber daya pendanaan non-APBN.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 23.16 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Bappenas Dorong Kolaborasi Pendanaan Inovatif untuk SDGs📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) kembali memperkuat sinergi pembiayaan untuk mendorong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui program SDG Certified Leadership. Dalam kegiatan yang berlangsung di Malang, Bappenas memainkan peran strategis sebagai fasilitator dan penghubung antara pelaku usaha lokal dengan berbagai pihak yang memiliki kapasitas pendanaan, termasuk sektor swasta, filantropi, dan lembaga nonpemerintah.

Melalui pendekatan blended finance dan kolaborasi lintas sektor, program ini menawarkan alternatif pendanaan yang tidak hanya bergantung pada APBN atau APBD. Setiap aktor—baik akademisi, NGO, komunitas, maupun pelaku usaha—diberi ruang untuk berkontribusi sesuai kekuatan masing-masing. Dengan demikian, proyek yang berdampak sosial dan lingkungan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan finansial dari berbagai pihak.

Salah satu contoh nyata adalah proyek pertanian organik yang dikembangkan oleh Dyah Rahmawati, pendiri Abang Sayur Organik di Kota Malang. Proyek ini menjadi bagian dari Capstone Project peserta program, yang dinilai selaras dengan tujuan SDGs terkait pertanian berkelanjutan dan kesehatan. Melalui sertifikasi dan endorsement dari Bappenas, proyek tersebut lebih mudah mendapatkan dukungan dari perusahaan melalui program CSR yang sejalan.

Setelah menyelesaikan seluruh tahapan program—mulai dari pelatihan, mentoring, hingga pengembangan proyek—para peserta akan mendapatkan sertifikat kelulusan. Hasil Capstone Project akan dipublikasikan dan didiseminasikan melalui kolokium sebagai praktik baik yang dapat dijadikan acuan di daerah lain. Bappenas juga mempersiapkan jejaring alumni untuk memastikan keberlanjutan dan penyebaran dampak program secara luas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya