Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Audit Pengungsian Gempa NTT Diperlukan Pasca 94 Korban Jiwa di Lokasi Pengungsian

DPR mendesak audit menyeluruh terhadap kondisi pengungsian pasca-gempa NTT setelah 94 korban meninggal di tempat penampungan, lebih banyak dari korban tewas akibat gempa langsung.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 23.18 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Audit Pengungsian Gempa NTT Diperlukan Pasca 94 Korban Jiwa di Lokasi Pengungsian📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - DPR RI menyerukan audit menyeluruh terhadap kondisi tempat pengungsian korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca-bencana yang terjadi pada pertengahan Agustus. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, menyatakan keprihatinan mendalam atas data yang menunjukkan jumlah korban jiwa di pengungsian mencapai 94 orang, melebihi korban tewas akibat gempa langsung yang berjumlah 48 jiwa. Angka ini menandakan adanya kegagalan serius dalam penanganan darurat dan pengelolaan kemanusiaan di lapangan.

Charles menekankan bahwa jumlah korban yang meninggal di tempat pengungsian lebih tinggi daripada yang tewas akibat gempa itu sendiri mencerminkan kegagalan sistemik dalam pelayanan dasar, terutama kesehatan dan sanitasi. Ia menilai kondisi pengungsian tidak memadai, dan perlu segera dievaluasi secara objektif untuk memahami akar permasalahan. Audit ini, menurutnya, harus melibatkan tim independen yang memverifikasi kondisi riil di lapangan, termasuk akses air bersih, sanitasi, pangan, dan layanan medis.

Dalam upaya memperbaiki kinerja penanganan bencana, Charles menyerukan sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia menegaskan pentingnya koordinasi yang efektif untuk mencegah kematian lanjutan dan memastikan seluruh pengungsi mendapatkan perlindungan dan pelayanan yang layak. Tujuannya adalah menjamin kehidupan aman dan terlindungi bagi seluruh korban bencana.

Data dari BNPB mengonfirmasi bahwa 94 korban meninggal secara tidak langsung di lokasi pengungsian, sementara korban tewas langsung akibat gempa berjumlah 48 orang. Laporan ini disampaikan secara daring oleh Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers pada 15 September. Angka ini menjadi dasar utama bagi DPR untuk mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem penanganan pengungsian di wilayah rawan bencana.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya