Audit Pengungsian Gempa NTT Diperlukan Pasca 94 Korban Jiwa di Lokasi Pengungsian
DPR mendesak audit menyeluruh terhadap kondisi pengungsian pasca-gempa NTT setelah 94 korban meninggal di tempat penampungan, lebih banyak dari korban tewas akibat gempa langsung.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 23.18 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - DPR RI menyerukan audit menyeluruh terhadap kondisi tempat pengungsian korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca-bencana yang terjadi pada pertengahan Agustus. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, menyatakan keprihatinan mendalam atas data yang menunjukkan jumlah korban jiwa di pengungsian mencapai 94 orang, melebihi korban tewas akibat gempa langsung yang berjumlah 48 jiwa. Angka ini menandakan adanya kegagalan serius dalam penanganan darurat dan pengelolaan kemanusiaan di lapangan.
Charles menekankan bahwa jumlah korban yang meninggal di tempat pengungsian lebih tinggi daripada yang tewas akibat gempa itu sendiri mencerminkan kegagalan sistemik dalam pelayanan dasar, terutama kesehatan dan sanitasi. Ia menilai kondisi pengungsian tidak memadai, dan perlu segera dievaluasi secara objektif untuk memahami akar permasalahan. Audit ini, menurutnya, harus melibatkan tim independen yang memverifikasi kondisi riil di lapangan, termasuk akses air bersih, sanitasi, pangan, dan layanan medis.
Dalam upaya memperbaiki kinerja penanganan bencana, Charles menyerukan sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia menegaskan pentingnya koordinasi yang efektif untuk mencegah kematian lanjutan dan memastikan seluruh pengungsi mendapatkan perlindungan dan pelayanan yang layak. Tujuannya adalah menjamin kehidupan aman dan terlindungi bagi seluruh korban bencana.
Data dari BNPB mengonfirmasi bahwa 94 korban meninggal secara tidak langsung di lokasi pengungsian, sementara korban tewas langsung akibat gempa berjumlah 48 orang. Laporan ini disampaikan secara daring oleh Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers pada 15 September. Angka ini menjadi dasar utama bagi DPR untuk mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem penanganan pengungsian di wilayah rawan bencana.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Dua Korban MBG Dirujuk ke Jakarta untuk Penanganan Psikologis
Gubernur Sumatera Utara memastikan dua siswa korban dugaan keracunan MBG dirujuk ke Jakarta karena kondisi trauma psikologis yang lebih berat, didampingi tim medis dan imbau masyarakat hentikan komentar negatif di media sosial.
19 September 2026

DPRD Dorong Keberlanjutan Program Padat Karya di Bogor
Wakil Ketua DPRD Kota Bogor menegaskan pentingnya sinergi pemerintah dan lembaga legislatif untuk memastikan kelanjutan program padat karya yang melibatkan 1.700 warga.
19 September 2026

Bappenas Dorong Kolaborasi Pendanaan Inovatif untuk SDGs
Program Leadership SDG Certified memperkuat jaringan pembiayaan inovatif dengan mempertemukan pelaku lokal dan sumber daya pendanaan non-APBN.
19 September 2026

Lima Kodam Baru Siap Resmi Dijadikan Pusat Komando Strategis
Lima komando daerah militer baru akan diresmikan dalam perayaan puncak HUT Ke-81 TNI, dengan fokus pada peningkatan stabilitas dan kesejahteraan wilayah terpencil.
19 September 2026
Berita Lainnya

Persidangan Korupsi Kuota Haji 2023–2024: Dugaan Aliran Dana ke Pejabat dan Jatah Fee untuk Kelompok Tertentu
Sabtu, 19 September 2026, 23.30 WITA
Pria Serang Anggota DPR AS dengan Cuka Dihukum 14 Bulan Penjara
Sabtu, 19 September 2026, 23.30 WITA

Pernikahan Paksa di China: Kekerasan yang Tersembunyi di Balik Tradisi
Sabtu, 19 September 2026, 23.28 WITA

Uni Eropa Desak AS Cabut Larangan Visa untuk Delegasi Palestina
Sabtu, 19 September 2026, 23.27 WITA

Penembakan di Sekolah Menengah Filipina Tewaskan Tiga Orang
Sabtu, 19 September 2026, 23.27 WITA

Pembayaran Bunga Utang Pemerintah Capai Rp394 Triliun Hingga Agustus 2026
Sabtu, 19 September 2026, 23.26 WITA

Jule Tak Dituntut, Polisi Serahkan ke BNNP untuk Rehabilitasi
Sabtu, 19 September 2026, 23.26 WITA

Indonesia Perkenalkan Budaya di Resepsi Kemerdekaan di London
Sabtu, 19 September 2026, 23.25 WITA

