Dua Korban MBG Dirujuk ke Jakarta untuk Penanganan Psikologis
Gubernur Sumatera Utara memastikan dua siswa korban dugaan keracunan MBG dirujuk ke Jakarta karena kondisi trauma psikologis yang lebih berat, didampingi tim medis dan imbau masyarakat hentikan komentar negatif di media sosial.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 23.23 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Dua siswa yang menjadi korban dugaan keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo telah dipindahkan ke Jakarta untuk menjalani perawatan lanjutan. Keputusan ini diambil setelah hasil evaluasi medis menunjukkan adanya indikasi trauma psikologis yang lebih signifikan dibandingkan teman-teman lainnya. Kedua korban, yang bernama Feby dan Agnes, kini menerima penanganan khusus dari tenaga kesehatan di ibu kota.
Keberangkatan kedua siswa dari Bandara Kualanamu disaksikan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, yang menegaskan bahwa proses pemulihan tidak hanya melibatkan aspek medis fisik, tetapi juga kesehatan mental. Ia menyampaikan bahwa Wakil Presiden Republik Indonesia telah menyarankan penanganan intensif dan pemantauan langsung terhadap korban dengan kondisi psikologis yang lebih rentan.
Tim dokter dari Sumatera Utara turut mendampingi kedua korban selama perawatan di Jakarta. Mereka menilai pentingnya menjaga stabilitas psikologis anak-anak selama masa pemulihan. Menurut hasil pemeriksaan psikologis, sebagian besar korban mengalami gangguan mental akibat dampak komentar negatif dan perundungan yang tersebar luas di media sosial pasca-insiden.
Bobby mengimbau masyarakat dan lembaga media untuk tidak memperparah kondisi dengan komentar yang bersifat menyalahkan atau menghakimi. Ia menekankan bahwa anak-anak membutuhkan ruang aman dan dukungan emosional, bukan tekanan tambahan. Dalam proses pemulihan, para siswa juga diminta untuk membatasi aktivitas di media sosial demi menghindari paparan konten yang dapat mengganggu proses penyembuhan.
Gubernur berharap seluruh elemen masyarakat turut menjaga suasana yang kondusif bagi pemulihan korban. “Demi kesembuhan anak-anak kita, jangan terlalu memberikan tekanan dari luar. Fokus kita adalah membantu mereka pulih secara utuh,” ujarnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

DPRD Dorong Keberlanjutan Program Padat Karya di Bogor
Wakil Ketua DPRD Kota Bogor menegaskan pentingnya sinergi pemerintah dan lembaga legislatif untuk memastikan kelanjutan program padat karya yang melibatkan 1.700 warga.
19 September 2026

Audit Pengungsian Gempa NTT Diperlukan Pasca 94 Korban Jiwa di Lokasi Pengungsian
DPR mendesak audit menyeluruh terhadap kondisi pengungsian pasca-gempa NTT setelah 94 korban meninggal di tempat penampungan, lebih banyak dari korban tewas akibat gempa langsung.
19 September 2026

Bappenas Dorong Kolaborasi Pendanaan Inovatif untuk SDGs
Program Leadership SDG Certified memperkuat jaringan pembiayaan inovatif dengan mempertemukan pelaku lokal dan sumber daya pendanaan non-APBN.
19 September 2026

Lima Kodam Baru Siap Resmi Dijadikan Pusat Komando Strategis
Lima komando daerah militer baru akan diresmikan dalam perayaan puncak HUT Ke-81 TNI, dengan fokus pada peningkatan stabilitas dan kesejahteraan wilayah terpencil.
19 September 2026
Berita Lainnya

Persidangan Korupsi Kuota Haji 2023–2024: Dugaan Aliran Dana ke Pejabat dan Jatah Fee untuk Kelompok Tertentu
Sabtu, 19 September 2026, 23.30 WITA
Pria Serang Anggota DPR AS dengan Cuka Dihukum 14 Bulan Penjara
Sabtu, 19 September 2026, 23.30 WITA

Pernikahan Paksa di China: Kekerasan yang Tersembunyi di Balik Tradisi
Sabtu, 19 September 2026, 23.28 WITA

Uni Eropa Desak AS Cabut Larangan Visa untuk Delegasi Palestina
Sabtu, 19 September 2026, 23.27 WITA

Penembakan di Sekolah Menengah Filipina Tewaskan Tiga Orang
Sabtu, 19 September 2026, 23.27 WITA

Pembayaran Bunga Utang Pemerintah Capai Rp394 Triliun Hingga Agustus 2026
Sabtu, 19 September 2026, 23.26 WITA

Jule Tak Dituntut, Polisi Serahkan ke BNNP untuk Rehabilitasi
Sabtu, 19 September 2026, 23.26 WITA

Indonesia Perkenalkan Budaya di Resepsi Kemerdekaan di London
Sabtu, 19 September 2026, 23.25 WITA

