Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dua Korban MBG Dirujuk ke Jakarta untuk Penanganan Psikologis

Gubernur Sumatera Utara memastikan dua siswa korban dugaan keracunan MBG dirujuk ke Jakarta karena kondisi trauma psikologis yang lebih berat, didampingi tim medis dan imbau masyarakat hentikan komentar negatif di media sosial.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 23.23 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Dua Korban MBG Dirujuk ke Jakarta untuk Penanganan Psikologis📷 Tempo

Kendari, ıNarasikita - Dua siswa yang menjadi korban dugaan keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo telah dipindahkan ke Jakarta untuk menjalani perawatan lanjutan. Keputusan ini diambil setelah hasil evaluasi medis menunjukkan adanya indikasi trauma psikologis yang lebih signifikan dibandingkan teman-teman lainnya. Kedua korban, yang bernama Feby dan Agnes, kini menerima penanganan khusus dari tenaga kesehatan di ibu kota.

Keberangkatan kedua siswa dari Bandara Kualanamu disaksikan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, yang menegaskan bahwa proses pemulihan tidak hanya melibatkan aspek medis fisik, tetapi juga kesehatan mental. Ia menyampaikan bahwa Wakil Presiden Republik Indonesia telah menyarankan penanganan intensif dan pemantauan langsung terhadap korban dengan kondisi psikologis yang lebih rentan.

Tim dokter dari Sumatera Utara turut mendampingi kedua korban selama perawatan di Jakarta. Mereka menilai pentingnya menjaga stabilitas psikologis anak-anak selama masa pemulihan. Menurut hasil pemeriksaan psikologis, sebagian besar korban mengalami gangguan mental akibat dampak komentar negatif dan perundungan yang tersebar luas di media sosial pasca-insiden.

Bobby mengimbau masyarakat dan lembaga media untuk tidak memperparah kondisi dengan komentar yang bersifat menyalahkan atau menghakimi. Ia menekankan bahwa anak-anak membutuhkan ruang aman dan dukungan emosional, bukan tekanan tambahan. Dalam proses pemulihan, para siswa juga diminta untuk membatasi aktivitas di media sosial demi menghindari paparan konten yang dapat mengganggu proses penyembuhan.

Gubernur berharap seluruh elemen masyarakat turut menjaga suasana yang kondusif bagi pemulihan korban. “Demi kesembuhan anak-anak kita, jangan terlalu memberikan tekanan dari luar. Fokus kita adalah membantu mereka pulih secara utuh,” ujarnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya