Indonesia Perkenalkan Budaya di Resepsi Kemerdekaan di London
Ratusan tokoh dari berbagai latar belakang hadir dalam resepsi peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di London, menyoroti peran budaya sebagai alat diplomasi.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 23.25 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di KBRI London berhasil menghadirkan lebih dari 200 undangan dari kalangan pemerintah, parlemen, diplomat, akademisi, pelaku bisnis, serta komunitas Indonesia dan pendukung hubungan Indonesia-Inggris. Acara yang berlangsung meriah menjadi wadah dialog lintas budaya dan diplomasi praktis, di mana Indonesia menonjolkan keberagaman dan nilai-nilai kebangsaan melalui berbagai ekspresi seni dan tradisi.
Sejak kedatangan tamu, mereka disambut dengan songket sebagai simbol kekayaan budaya Indonesia, yang menjadi aksesori penting dalam perayaan tersebut. Tampilan budaya tak hanya berhenti pada aksesori, melainkan menyebar ke seluruh elemen acara, termasuk tarian tradisional, filosofi tumpeng sebagai simbol kesatuan, dan musik sasando dari Pulau Rote yang membawa nuansa khas Nusa Tenggara Timur. Setiap elemen dipilih secara strategis untuk menyampaikan pesan tentang keberagaman dan kedaulatan budaya.
Tamu kehormatan yang hadir, The Rt Hon. Lord Vaizey of Didcot, Ketua UK-ASEAN Business Council, menegaskan pentingnya Indonesia dalam kerangka kerja sama ekonomi antara Inggris dan kawasan ASEAN. Kehadirannya menandai semakin kuatnya basis politik dan ekonomi yang mendorong kolaborasi lintas negara. Perayaan ini, menurutnya, menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral melalui pendekatan budaya dan nilai bersama.
Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris, Dr. Desra Percaya, menekankan bahwa perayaan kemerdekaan di luar negeri bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan alat diplomasi aktif. “Budaya adalah bahasa yang paling hangat untuk membangun jembatan antarnegara. Melalui seni, musik, dan tradisi, kita menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang merdeka, beragam, dan terbuka untuk kolaborasi global,” ujarnya dalam siaran pers yang dikutip.
Peristiwa ini menegaskan komitmen diplomasi Indonesia yang tidak hanya berfokus pada isu politik dan ekonomi, tetapi juga membangun hubungan manusia secara mendalam melalui seni dan warisan budaya. Dengan pendekatan yang konsisten, Indonesia terus memperkuat citra sebagai mitra strategis yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan keberagaman.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

12 Oleh-Oleh Khas Surabaya yang Bisa Dibawa Pulang
Surabaya menawarkan beragam oleh-oleh unik, mulai dari sambal hingga batik, yang bisa menjadi kenangan berharga bagi pengunjung.
19 September 2026

Minum Minuman Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kerongkongan
Studi terhadap hampir satu juta orang menunjukkan minum minuman sangat panas meningkatkan risiko kanker kerongkongan hingga tiga kali lipat.
19 September 2026

10 Oleh-Oleh Unik Khas Yogyakarta yang Tak Biasa
Yogyakarta menyajikan beragam oleh-oleh lokal yang berbeda dari bakpia dan gudeg, mulai dari makanan tradisional hingga kerajinan tangan bernilai seni tinggi.
19 September 2026

Makanan Penyembuh Maag: Pilihan Aman dan Larangan Wajib
Penderita maag perlu mengatur pola makan dengan memilih makanan rendah asam, rendah lemak, dan mudah dicerna, sambil menghindari makanan yang memicu iritasi lambung.
19 September 2026
Berita Lainnya

Persidangan Korupsi Kuota Haji 2023–2024: Dugaan Aliran Dana ke Pejabat dan Jatah Fee untuk Kelompok Tertentu
Sabtu, 19 September 2026, 23.30 WITA
Pria Serang Anggota DPR AS dengan Cuka Dihukum 14 Bulan Penjara
Sabtu, 19 September 2026, 23.30 WITA

Pernikahan Paksa di China: Kekerasan yang Tersembunyi di Balik Tradisi
Sabtu, 19 September 2026, 23.28 WITA

Uni Eropa Desak AS Cabut Larangan Visa untuk Delegasi Palestina
Sabtu, 19 September 2026, 23.27 WITA

Penembakan di Sekolah Menengah Filipina Tewaskan Tiga Orang
Sabtu, 19 September 2026, 23.27 WITA

Pembayaran Bunga Utang Pemerintah Capai Rp394 Triliun Hingga Agustus 2026
Sabtu, 19 September 2026, 23.26 WITA

Jule Tak Dituntut, Polisi Serahkan ke BNNP untuk Rehabilitasi
Sabtu, 19 September 2026, 23.26 WITA

Sinergi Kemenko PM dan RRI Dorong UMKM Bangkit Melalui Pasar Rakyat
Sabtu, 19 September 2026, 23.24 WITA

