Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Perkenalkan Budaya di Resepsi Kemerdekaan di London

Ratusan tokoh dari berbagai latar belakang hadir dalam resepsi peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di London, menyoroti peran budaya sebagai alat diplomasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 23.25 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Indonesia Perkenalkan Budaya di Resepsi Kemerdekaan di London📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di KBRI London berhasil menghadirkan lebih dari 200 undangan dari kalangan pemerintah, parlemen, diplomat, akademisi, pelaku bisnis, serta komunitas Indonesia dan pendukung hubungan Indonesia-Inggris. Acara yang berlangsung meriah menjadi wadah dialog lintas budaya dan diplomasi praktis, di mana Indonesia menonjolkan keberagaman dan nilai-nilai kebangsaan melalui berbagai ekspresi seni dan tradisi.

Sejak kedatangan tamu, mereka disambut dengan songket sebagai simbol kekayaan budaya Indonesia, yang menjadi aksesori penting dalam perayaan tersebut. Tampilan budaya tak hanya berhenti pada aksesori, melainkan menyebar ke seluruh elemen acara, termasuk tarian tradisional, filosofi tumpeng sebagai simbol kesatuan, dan musik sasando dari Pulau Rote yang membawa nuansa khas Nusa Tenggara Timur. Setiap elemen dipilih secara strategis untuk menyampaikan pesan tentang keberagaman dan kedaulatan budaya.

Tamu kehormatan yang hadir, The Rt Hon. Lord Vaizey of Didcot, Ketua UK-ASEAN Business Council, menegaskan pentingnya Indonesia dalam kerangka kerja sama ekonomi antara Inggris dan kawasan ASEAN. Kehadirannya menandai semakin kuatnya basis politik dan ekonomi yang mendorong kolaborasi lintas negara. Perayaan ini, menurutnya, menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral melalui pendekatan budaya dan nilai bersama.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris, Dr. Desra Percaya, menekankan bahwa perayaan kemerdekaan di luar negeri bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan alat diplomasi aktif. “Budaya adalah bahasa yang paling hangat untuk membangun jembatan antarnegara. Melalui seni, musik, dan tradisi, kita menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang merdeka, beragam, dan terbuka untuk kolaborasi global,” ujarnya dalam siaran pers yang dikutip.

Peristiwa ini menegaskan komitmen diplomasi Indonesia yang tidak hanya berfokus pada isu politik dan ekonomi, tetapi juga membangun hubungan manusia secara mendalam melalui seni dan warisan budaya. Dengan pendekatan yang konsisten, Indonesia terus memperkuat citra sebagai mitra strategis yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan keberagaman.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya