25 Merek Beras Fortifikasi Abal-Abal Dibongkar Pemerintah
Pemerintah mengungkap 25 merek beras fortifikasi tidak memenuhi standar, dengan harga jual melampaui wajar hingga Rp44.100 per kg, diduga menimbulkan kerugian konsumen hingga Rp89 triliun.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 21.10 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah telah mengidentifikasi 25 merek beras fortifikasi yang dinyatakan tidak sesuai standar nasional, dengan hasil uji laboratorium dari empat lembaga kredibel mengungkap ketidaksesuaian antara label dan kandungan aktual. Produk-produk tersebut, yang dipasarkan dengan inisial seperti WFO, WFR, TKL, dan TAR, diketahui tidak mengandung nutrisi tambahan sesuai klaim. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional menegaskan bahwa praktik ini merupakan bentuk penyalahgunaan program kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, menyusui, balita, dan penderita stunting.
Harga jual dari merek-merek tersebut jauh melampaui harga wajar, yang bervariasi antara Rp13.500 hingga Rp14.900 per kg. Sebagai contoh, merek WFO dijual seharga Rp57.600 per kg, sementara WFR mencapai Rp42.500 per kg, dan WJK seharga Rp33.800 per kg. Rata-rata harga jual produk-produk tersebut mencapai Rp23.385 per kg, sedangkan harga standar hanya Rp13.689 per kg, mengindikasikan selisih dugaan penipuan sebesar Rp9.695 per kg. Jika diperhitungkan secara nasional, kerugian yang diduga dialami konsumen mencapai angka Rp89 triliun.
Langkah tegas telah dipersiapkan oleh pemerintah terhadap pelaku yang terbukti melanggar. Izin peredaran produk tersebut akan dicabut, dan pelaku dilarang memasarkan beras di seluruh wilayah Republik Indonesia. Penegakan hukum ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pengawasan di seluruh rantai tata niaga beras, mulai dari produksi hingga distribusi. Pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan stok beras premium, dengan meminta Perum Bulog mempercepat penyaluran ke ritel modern dan toko-toko tradisional guna mencegah kelangkaan.
Dukungan dari DPR RI juga disampaikan, khususnya oleh anggota Komisi IV, Endang S. Thohari, yang menyatakan keprihatinan atas praktik pemalsuan kualitas beras fortifikasi. Ia menilai program yang ditujukan untuk memperbaiki gizi masyarakat harus dilindungi dari penyalahgunaan. Ia mendorong peningkatan pengawasan langsung ke tempat penjualan dan penerapan sanksi tegas bagi pelanggar, dengan harapan melindungi kesehatan dan kepentingan rakyat dari produk yang tidak sesuai standar.
Pemerintah menegaskan bahwa keberlangsungan program pangan bukan sekadar urusan distribusi, tetapi juga menyangkut keamanan, kualitas, dan keadilan sosial. Dengan penguatan pengawasan menyeluruh, tujuan utama tercapai: masyarakat dapat mengakses pangan yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan tujuan kesehatan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penangkapan Selebgram Diduga Karena Vape Berisi Obat Bius
Selebgram ditangkap karena memiliki vape yang mengandung etomidate, zat anestesi medis yang dilarang digunakan tanpa izin dan berbahaya jika dihirup melalui vape.
19 September 2026

Razia Kendaraan dari Rumah ke Rumah Dibantah Korlantas
Korlantas Polri menegaskan informasi soal razia kendaraan dari rumah ke rumah oleh polisi dan perusahaan pembiayaan pada akhir 2026 adalah hoaks yang tidak berdasar.
19 September 2026

Kementerian ATR/BPN Jaga Kelancaran Pelayanan Meski Diperiksa KPK
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menegaskan operasional kementerian tetap berjalan normal meski sejumlah pejabat dan pihak swasta ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi oleh KPK.
19 September 2026

Selebgram Jule Ditangkap Terkait Vape Etomidate
Selebgram Julia Prastini, atau dikenal Jule, ditangkap di Jakarta Selatan atas kepemilikan vape mengandung etomidate, diduga terkait peredaran narkoba ilegal.
19 September 2026
Berita Lainnya

Genangan Kuning Mirip Telur Ceplok di Kawah Anak Krakatau
Sabtu, 19 September 2026, 21.14 WITA

KBJI 2026 Ungkap Tren Peningkatan Guru Bahasa Mandarin
Sabtu, 19 September 2026, 21.14 WITA

Astra Perkuat Posisi sebagai Pemimpin Ekonomi Nasional
Sabtu, 19 September 2026, 21.14 WITA

Upah Minimum 2027: Pengusaha Soroti Produktivitas, Buruh Tekankan Daya Beli
Sabtu, 19 September 2026, 21.13 WITA

13 Tanda Rem Mobil Bermasalah, Wajib Diperiksa Segera
Sabtu, 19 September 2026, 21.10 WITA

Prabowo Soroti Kemandirian Pangan sebagai Fondasi Kekuatan Nasional
Sabtu, 19 September 2026, 21.10 WITA

Pengangkatan Kerangka Virgo Transport 8 Dimatangkan, 126 Korban Masih Dicari
Sabtu, 19 September 2026, 21.09 WITA
Pemkot Baubau Perkuat Anti-Korupsi Lewat Sosialisasi Terpadu
Sabtu, 19 September 2026, 21.01 WITA

