Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penangkapan Selebgram Diduga Karena Vape Berisi Obat Bius

Selebgram ditangkap karena memiliki vape yang mengandung etomidate, zat anestesi medis yang dilarang digunakan tanpa izin dan berbahaya jika dihirup melalui vape.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 21.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Penangkapan Selebgram Diduga Karena Vape Berisi Obat Bius📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Polresta Bandara Soekarno-Hatta berhasil menangkap seorang selebgram berinisial Jule dalam operasi penyelidikan terkait peredaran vape yang mengandung etomidate. Penangkapan dilakukan di salah satu apartemen di kawasan Jakarta Selatan, setelah penyidik mengungkap adanya komunikasi dan transaksi yang mencurigakan terkait zat terlarang tersebut. Penyidik mengungkapkan bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan dua perempuan yang diduga sebagai penjual vape berisi etomidate.

Etomidate, yang seharusnya digunakan hanya dalam konteks medis sebagai anestesi intravena, diketahui memiliki efek cepat dalam hitungan detik untuk menimbulkan kehilangan kesadaran. Zat ini biasanya digunakan dalam operasi atau prosedur darurat oleh tenaga medis terlatih. Namun, penggunaan etomidate secara ilegal, terutama dalam bentuk vape, berpotensi menimbulkan risiko serius seperti gangguan hormon, kehilangan kesadaran mendadak, kecanduan, serta kerusakan organ vital seperti hati dan ginjal akibat metabolisme yang tidak terkendali.

Kasatresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta, AKP Michael Tandayu, membenarkan penangkapan dan menegaskan bahwa etomidate masuk dalam golongan narkoba tipe 2 di Indonesia. Ia menyebut bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara tegas karena adanya ancaman terhadap keselamatan publik, terlebih menyusul penyitaan ribuan cartridge vape berisi etomidate oleh BNN dalam operasi sebelumnya. Negara-negara tetangga seperti Singapura bahkan menganggap penggunaan vape yang mengandung zat terlarang setara dengan penyalahgunaan narkoba.

Kasus ini menjadi peringatan atas maraknya modus baru penyalahgunaan zat terlarang melalui produk vape yang kini semakin sulit dilacak. Penggunaan etomidate secara ilegal, terutama melalui inhalasi, menunjukkan potensi bahaya yang tinggi dan menantang penegak hukum dalam upaya pencegahan. Penyidik menekankan bahwa setiap penggunaan etomidate tanpa izin medis dan pengawasan profesional merupakan pelanggaran hukum yang berdampak serius bagi kesehatan dan keamanan sosial.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya