Penyesuaian Dana Transfer, Pemda Diminta Kreatif Dorong Pertumbuhan
Pemerintah daerah diminta mengoptimalkan potensi lokal dan memperkuat ekosistem ekonomi meski menghadapi penyesuaian dana transfer daerah.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 23.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah daerah diharapkan tidak menyerah pada keterbatasan anggaran akibat penyesuaian dana transfer ke daerah (TKD), melainkan lebih kreatif dalam menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Wakil Menteri Dalam Negeri menegaskan bahwa belanja pemerintah bukan satu-satunya penentu pertumbuhan ekonomi, melainkan salah satu dari banyak komponen yang harus dipahami secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya memahami struktur ekonomi daerah agar strategi pembangunan bisa disesuaikan dengan realitas lokal.
Di tengah penyesuaian anggaran, Bima Arya mencontohkan Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai model daerah yang mampu tumbuh pesat meski dengan keterbatasan APBD. Keberhasilan Sidrap dinilai berasal dari penguatan ekosistem ekonomi lokal, terutama melalui hilirisasi produk pangan yang berbasis potensi sumber daya alam daerah. Dengan pendekatan ini, daerah mampu menciptakan nilai tambah tanpa bergantung penuh pada anggaran pemerintah.
Ia menekankan bahwa setiap wilayah memiliki keunggulan unik yang bisa dimaksimalkan, sehingga pendekatan pengembangan ekonomi harus bersifat diferensiasi, bukan seragam. Tidak cukup hanya mempertahankan pertumbuhan agregat, tetapi juga menjamin keseimbangan pertumbuhan antar kabupaten dan kota. Pertumbuhan ekonomi yang inklusif harus mampu menurunkan angka pengangguran dan mengurangi tingkat kemiskinan secara nyata.
Capaian pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan sebesar 6,8 persen diapresiasi sebagai bukti potensi besar yang dimiliki daerah. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut merata dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Dengan memperkuat ekosistem ekonomi lokal, pemerintah daerah dapat menjaga momentum pertumbuhan meski menghadapi tekanan fiskal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

45 Negara Dekati BRICS Meski Tekanan Barat Meningkat
Sebanyak 45 negara menunjukkan ketertarikan untuk bergabung dengan BRICS, menunjukkan ketahanan daya tarik kelompok ekonomi berkembang meski menghadapi tekanan dari negara-negara Barat.
19 September 2026

Pemerintah Lampung Alihkan KBM Tatap Muka ke Daring Akibat Abu Vulkanik
Seluruh satuan pendidikan di Lampung diminta melaksanakan pembelajaran daring mulai 7 hingga 8 September 2026 sebagai respons atas sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
19 September 2026

KKP Tetapkan 683 Ribu Hektare di Maluku sebagai Kawasan Konservasi
Pemerintah resmi menetapkan kawasan laut Teon, Nila, dan Serua seluas 683.826,89 hektare sebagai kawasan konservasi untuk perlindungan ekosistem dan dukung target 30 persen perlindungan laut hingga 2045.
19 September 2026

Mojokerto Raih Penghargaan Nasional Kesehatan Terbaik
Kota Mojokerto meraih penghargaan terbaik nasional dalam akses dan kualitas layanan kesehatan, didukung komitmen tinggi dan anggaran prioritas yang memastikan 97,31 persen warganya tercakup jaminan kesehatan.
19 September 2026
Berita Lainnya

Persidangan Korupsi Kuota Haji 2023–2024: Dugaan Aliran Dana ke Pejabat dan Jatah Fee untuk Kelompok Tertentu
Sabtu, 19 September 2026, 23.30 WITA
Pria Serang Anggota DPR AS dengan Cuka Dihukum 14 Bulan Penjara
Sabtu, 19 September 2026, 23.30 WITA

Pernikahan Paksa di China: Kekerasan yang Tersembunyi di Balik Tradisi
Sabtu, 19 September 2026, 23.28 WITA

Uni Eropa Desak AS Cabut Larangan Visa untuk Delegasi Palestina
Sabtu, 19 September 2026, 23.27 WITA

Penembakan di Sekolah Menengah Filipina Tewaskan Tiga Orang
Sabtu, 19 September 2026, 23.27 WITA

Pembayaran Bunga Utang Pemerintah Capai Rp394 Triliun Hingga Agustus 2026
Sabtu, 19 September 2026, 23.26 WITA

Jule Tak Dituntut, Polisi Serahkan ke BNNP untuk Rehabilitasi
Sabtu, 19 September 2026, 23.26 WITA

Indonesia Perkenalkan Budaya di Resepsi Kemerdekaan di London
Sabtu, 19 September 2026, 23.25 WITA

