Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Lampung Alihkan KBM Tatap Muka ke Daring Akibat Abu Vulkanik

Seluruh satuan pendidikan di Lampung diminta melaksanakan pembelajaran daring mulai 7 hingga 8 September 2026 sebagai respons atas sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 23.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pemerintah Lampung Alihkan KBM Tatap Muka ke Daring Akibat Abu Vulkanik📷 Tempo

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah tegas untuk melindungi kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik dengan mengalihkan seluruh kegiatan belajar mengajar dari tatap muka ke pembelajaran jarak jauh. Keputusan ini dikeluarkan melalui surat edaran resmi yang ditandatangani Gubernur Lampung pada 6 September 2026, sebagai respons terhadap penyebaran abu vulkanik yang terpantau menjangkau berbagai wilayah di provinsi tersebut. Langkah ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SLB, di seluruh kabupaten dan kota di Lampung.

Kebijakan berlaku selama dua hari, mulai Senin, 7 September hingga Selasa, 8 September 2026, dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi lapangan dan rekomendasi dari lembaga teknis terkait. Tujuannya adalah untuk meminimalkan paparan abu vulkanik yang berpotensi membahayakan sistem pernapasan, terutama bagi anak-anak dan tenaga pendidik yang rentan terhadap gangguan pernapasan. Dalam surat edaran tersebut, disebutkan bahwa pembelajaran daring tidak menghentikan proses pendidikan, melainkan memastikan kelangsungan proses belajar tetap terjaga.

Guru dan kepala satuan pendidikan tetap wajib menjalankan tugasnya dengan menyediakan materi pembelajaran secara digital dan memastikan komunikasi dengan peserta didik berjalan efektif. Selain itu, orang tua atau wali siswa diminta aktif memberikan pendampingan selama masa pembelajaran daring berlangsung, memastikan anak tetap terlibat dalam aktivitas belajar dari rumah. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk meminimalkan aktivitas di luar ruangan, terutama saat abu vulkanik masih berada di atmosfer.

Gubernur Lampung menegaskan bahwa langkah antisipatif ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan publik dan keselamatan pendidikan. Ia juga menyarankan masyarakat yang harus keluar rumah untuk menggunakan pelindung pernapasan seperti masker khusus debu. Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan dampak sebaran abu vulkanik, guna menentukan kebijakan lanjutan terkait pendidikan dan aktivitas masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya