Hanwha Life Perkuat Fondasi Bisnis untuk Tumbuh Berkelanjutan
Hanwha Life mencatatkan pertumbuhan signifikan pendapatan premi hingga 18,85% pada semester pertama 2026, dengan target capaian Rp322,8 miliar di akhir tahun.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 23.23 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Hanwha Life Indonesia memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri asuransi jiwa dengan menunjukkan kinerja operasional yang solid dan pertumbuhan berkelanjutan. Hingga semester pertama 2026, perusahaan telah mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp172,29 miliar, meningkat 18,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan pencapaian sekitar 53 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp322,8 miliar.
Pencapaian ini didukung oleh strategi bisnis yang berfokus pada keberlanjutan, efisiensi operasional, serta peningkatan kualitas produk dan layanan. Sejalan dengan itu, perusahaan terus memperkuat tata kelola perusahaan, disiplin underwriting, manajemen risiko, dan solvabilitas. Fondasi kuat ini turut mendukung pertumbuhan aset yang terus meningkat, mencapai Rp2,19 triliun pada semester pertama 2026.
Rasio kecukupan modal (RBC) perusahaan juga menunjukkan kinerja unggul, berada pada level 1.958,03 persen—jauh melampaui ambang batas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120 persen. Pada tahun 2025, RBC Hanwha Life mencapai 1.241,32 persen dengan total aset sebesar Rp2,14 triliun, menunjukkan konsistensi dalam menjaga kesehatan keuangan perusahaan.
Prestasi ini mendapat pengakuan dari berbagai lembaga independen, termasuk Indonesia Regulatory Compliance Award 2026 yang diraih pada 22 Mei, disusul penghargaan Indonesia Excellence GCG Awards 2026 pada 30 Juni. Penghargaan tersebut mencerminkan komitmen Hanwha Life terhadap transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi.
Dengan fondasi yang kokoh dan strategi yang terukur, Hanwha Life berkomitmen untuk terus melayani nasabah dengan produk dan layanan yang berkualitas, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pembayaran Bunga Utang Pemerintah Capai Rp394 Triliun Hingga Agustus 2026
Realisasi pembayaran bunga utang pemerintah mencapai Rp394,2 triliun hingga akhir Agustus 2026, sebagian besar dari utang dalam negeri.
19 September 2026

Sinergi Kemenko PM dan RRI Dorong UMKM Bangkit Melalui Pasar Rakyat
Program 1001 Pasar Rakyat di Bogor hadirkan 55 UMKM dan 100 pelaku usaha ikut workshop, bertujuan perkuat akses pasar dan kemandirian ekonomi.
19 September 2026

BSN dan MBC Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah Berbasis Emas
Bank BSN bekerja sama dengan MBC untuk mengembangkan layanan keuangan syariah berbasis emas, termasuk produk emas batangan dan mekanisme buyback secara digital.
19 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp20 Triliun Perkuat BPJS Kesehatan
Pemerintah menyiapkan dana APBN Rp20 triliun untuk menstabilkan keuangan BPJS Kesehatan dan memastikan kelancaran layanan JKN secara berkelanjutan.
19 September 2026
Berita Lainnya

Persidangan Korupsi Kuota Haji 2023–2024: Dugaan Aliran Dana ke Pejabat dan Jatah Fee untuk Kelompok Tertentu
Sabtu, 19 September 2026, 23.30 WITA
Pria Serang Anggota DPR AS dengan Cuka Dihukum 14 Bulan Penjara
Sabtu, 19 September 2026, 23.30 WITA

Pernikahan Paksa di China: Kekerasan yang Tersembunyi di Balik Tradisi
Sabtu, 19 September 2026, 23.28 WITA

Uni Eropa Desak AS Cabut Larangan Visa untuk Delegasi Palestina
Sabtu, 19 September 2026, 23.27 WITA

Penembakan di Sekolah Menengah Filipina Tewaskan Tiga Orang
Sabtu, 19 September 2026, 23.27 WITA

Jule Tak Dituntut, Polisi Serahkan ke BNNP untuk Rehabilitasi
Sabtu, 19 September 2026, 23.26 WITA

Indonesia Perkenalkan Budaya di Resepsi Kemerdekaan di London
Sabtu, 19 September 2026, 23.25 WITA

45 Negara Dekati BRICS Meski Tekanan Barat Meningkat
Sabtu, 19 September 2026, 23.24 WITA

