Anggaran ESDM 2027 Disiapkan Rp27,37 Triliun untuk Perluasan Akses Energi
Kementerian ESDM mengusulkan anggaran Rp27,37 triliun pada RAPBN 2027, dengan 82% dialokasikan untuk program kerakyatan guna perluasan akses energi di seluruh wilayah Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 23.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyiapkan usulan anggaran sebesar Rp27,37 triliun untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027. Angka ini dirancang untuk mendukung tujuan strategis pemerintah dalam memperkuat kedaulatan energi nasional serta mempercepat realisasi kesejahteraan masyarakat melalui program prioritas yang berdampak langsung. Usulan tersebut disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, yang menjadi bagian dari proses verifikasi dan pembahasan anggaran tahunan.
Sebanyak 82% dari total anggaran, senilai Rp22,51 triliun, akan digunakan untuk program kerakyatan, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur energi publik. Ini mencakup elektrifikasi desa dan pengembangan jaringan gas bumi (jargas) yang ditargetkan mampu menjangkau wilayah terpencil. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pemerataan akses energi, menyebut bahwa alokasi ini merupakan bentuk nyata keadilan sosial dalam penyediaan energi bersih dan terjangkau.
Dari total anggaran, sebagian besar, yakni Rp11,34 triliun, diperuntukkan bagi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), termasuk pembangunan pipa transmisi gas dari Sumatra ke Jawa. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor elpiji dan meningkatkan pemanfaatan gas alam domestik secara optimal. Sementara itu, Ditjen Ketenagalistrikan mendapat alokasi Rp10,44 triliun untuk melanjutkan program infrastruktur listrik desa (Lisdes) di 1.250 lokasi, termasuk biaya konsultan pengawas sebesar Rp9,67 triliun, sebagai bagian dari komitmen mencapai listrik merata.
Selain infrastruktur fisik, sebesar 5% anggaran, atau Rp1,31 triliun, dialokasikan untuk kegiatan publik non-fisik, seperti pelatihan, penelitian, dan pengembangan kebijakan energi berkelanjutan. Sisanya, sekitar 13% atau Rp3,56 triliun, digunakan untuk belanja operasional rutin dan layanan manajemen internal kementerian. Rincian alokasi juga mencakup pendanaan bagi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Badan Geologi, Sekretariat Jenderal, serta lembaga pendukung lainnya, yang semuanya mendukung ekosistem energi nasional secara menyeluruh.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Menteri dengan Kinerja Terbaik Menurut Survei
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar menteri dengan penilaian kinerja terbaik, setelah Amran Sulaiman, Agus Harimurti Yudhoyono, Zulkifli Hasan, dan Sugiono.
26 Oktober 2026

Mekanik Tangerang Kaget Dapat Tagihan Pajak McLaren Rp137 Juta
Seorang mekanik asal Tangerang terkejut digerebek petugas pajak karena tercatat sebagai pemilik McLaren yang menunggak pajak Rp137 juta, padahal tak memiliki kendaraan mewah tersebut.
26 Oktober 2026

BEI Konfirmasi Indonesia Tetap di Kategori Pasar Berkembang Sekunder
BEI menyatakan FTSE Russell mempertahankan posisi pasar modal Indonesia sebagai Secondary Emerging Market tanpa memasukkannya ke watchlist, sebagai pengakuan atas reformasi yang telah dilakukan.
26 Oktober 2026

Mobo, Robot Humanoid Pendamping Keluarga Hadir dengan Kemampuan Intelektual Canggih
AiMOGA meluncurkan Mobo, robot humanoid yang mampu menjalankan 16 tugas sekaligus dengan respons kurang dari 0,2 detik, dirancang untuk mendampingi keluarga lintas generasi.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Ir. H. Andi Pangerang Umar Mantan Bupati Kolaka Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 13.11 WITA

UIN Kolaka Gelar Adu Kreativitas dalam Bulan Bahasa
Senin, 26 Oktober 2026, 13.06 WITA

18 Orang Diamankan dalam Gerebek Narkoba di Kampung Madani
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Pramono Ajak Warga Dukung JRF 2026, Jakarta Semakin Diperhitungkan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Penindakan Wajib Direkam
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Pria di Madiun Tewaskan Istri Siri dan Anaknya dengan Cara Sadis
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

PDIP dan Gerindra Soroti Dampak Putusan MK Soal Ijazah Wapres Gibran
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

Indonesia Kecam Serangan Teror di Gereja Yordania
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

