Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Putin Bantah Tuduhan Rusia Dalangi Aksi Protes Eropa

Presiden Rusia Vladimir Putin menolak tudingan bahwa Moskow memicu gelombang unjuk rasa di Eropa, menilai klaim tersebut sebagai upaya menyalahkan pihak luar atas krisis internal negara-negara tersebut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 09.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Putin Bantah Tuduhan Rusia Dalangi Aksi Protes Eropa📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Rusia Vladimir Putin secara tegas menolak tuduhan yang menyebut Federasi Rusia sebagai dalang di balik gelombang demonstrasi massal di berbagai kota Eropa. Dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah VGTRK, ia menyebut klaim tersebut tidak masuk akal dan menunjukkan keengganan para pemimpin Eropa untuk mengakui akar permasalahan dalam negeri mereka. Putin menekankan bahwa upaya menyalahkan Rusia merupakan strategi yang sudah sering digunakan, terutama ketika negara-negara Eropa mengalami ketegangan sosial yang meningkat.

Ia menyoroti pergeseran narasi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, di mana awalnya Eropa menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang mendukung gerakan sayap kanan, namun kemudian beralih ke Rusia sebagai dalang. Menurut Putin, perubahan tudingan ini mencerminkan ketidakmampuan para pemimpin Eropa untuk menganalisis penyebab sebenarnya dari ketidakpuasan publik. Ia menyebut tudingan terhadap Rusia sebagai bentuk alih tanggung jawab yang tidak produktif dan merusak proses demokrasi.

Pernyataan Putin muncul di tengah meningkatnya aksi protes yang dipelopori kalangan mahasiswa di Prancis dan gelombang ketegangan sosial di beberapa negara Eropa lainnya. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot dalam pertemuan OECD menyebut aksi unjuk rasa dipengaruhi narasi bermusuhan dari negara-negara seperti Rusia, China, Iran, hingga gerakan MAGA di AS. Namun, Kremlin tetap menolak semua tuduhan tersebut sebagai tidak berdasar dan menyebutnya sebagai kebijakan retorika yang tidak memiliki dasar fakta.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pada 19 Oktober, yang menyebut tuduhan tersebut "absurd". Sementara itu, mantan Presiden AS Donald Trump menilai migrasi massal sebagai penyebab utama krisis sosial di Eropa. Namun, Putin menegaskan bahwa menyalahkan pihak luar justru mengalihkan perhatian dari kebijakan domestik yang perlu direformasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya