Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Luiz Inácio Lula da Silva kembali menjabat presiden Brasil setelah menang telak dalam pemilu 2026 dengan 51,75% suara, mengalahkan Flavio Bolsonaro, putra mantan presiden.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva berhasil memperoleh kemenangan signifikan dalam pemilihan umum 2026, menyalip rivalnya Flavio Bolsonaro dengan raihan 51,75% suara berdasarkan hasil resmi. Kemenangan ini menandai kebangkitan politik bagi tokoh yang pernah dipenjara akibat dakwaan korupsi yang kemudian dibatalkan secara prosedural. Usia 81 tahun tak menghambat ambisinya, sekaligus menjadikannya pemimpin tertua di dunia saat menuntaskan masa jabatan keempatnya pada 2030.
Perolehan suara tersebut menunjukkan keberhasilan strategi kampanye yang diubah secara radikal, termasuk penggunaan media sosial secara intensif melalui video swafoto dan interaksi langsung dengan masyarakat. Lula juga memperkuat basis dukungan dengan menggelar aksi massa besar-besaran yang menekankan pentingnya memilih untuk memutus dominasi kebijakan sayap kanan. Aksi tersebut menyoroti kegagalan penanganan pandemi, kerusakan hutan Amazon, serta pemangkasan program sosial di era sebelumnya.
Pemungutan suara yang berlangsung dalam suasana ketegangan politik tinggi berakhir dengan perpanjangan waktu nasional selama dua jam oleh Mahkamah Agung, menyusul keluhan dari tim Lula atas gangguan transportasi publik. Meski Flavio Bolsonaro juga meminta perpanjangan di beberapa wilayah akibat cuaca buruk, timnya menolak keputusan nasional, memicu ketegangan dan perdebatan soal integritas proses demokrasi. Kemenangan ini juga menjadi penahan laju pergeseran politik ke kanan yang terjadi di beberapa negara Amerika Latin, termasuk Argentina dan Peru.
Sebagai tokoh yang tumbuh dalam kemiskinan ekstrem di wilayah timur laut Brasil, Lula dikenal karena program kesejahteraan sosial yang berhasil membantu jutaan warga keluar dari kemiskinan. Ia kembali menekankan pentingnya kedaulatan nasional dalam kampanye, menyerukan pemilihan terhadap “negara yang benderanya dihormati”, sekaligus menolak dominasi politik asing, terutama dari era kebijakan luar negeri AS yang dipimpin Donald Trump.
Kendati kemenangan diraih, tantangan besar menanti di masa depan. Kongres Brasil didominasi kelompok sayap kanan, yang dapat membatasi ruang gerak kebijakan. Ekonomi yang tumbuh melambat dan kenaikan biaya hidup tetap menjadi isu sensitif. Di sisi lain, ancaman keamanan dari kelompok kriminal di permukiman kumuh terus mengancam stabilitas sosial. Lula harus menyeimbangkan antara menjaga program sosial, menjaga stabilitas ekonomi, dan membangun konsensus politik di tengah perpecahan yang dalam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Singapura menegaskan kembali komitmen kontrak dan siap ambil langkah hukum atas pemangkasan pasokan gas dari Indonesia, meski dampaknya terbatas di bawah 2% kebutuhan harian.
26 Oktober 2026

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Menteri Keuangan dan Menteri PANRB memastikan skema pembayaran gaji ASN tetap menggunakan sistem perbankan, menolak isu pengalihan ke Koperasi Desa Merah Putih yang masih wacana.
26 Oktober 2026

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad tegaskan pasar modal nasional memiliki fundamental kuat dan mampu menentukan status global tanpa bergantung pada penilaian eksternal.
26 Oktober 2026

9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Sebanyak sembilan perusahaan tengah dalam proses persiapan IPO di BEI hingga akhir Oktober 2026, dengan tiga di antaranya memiliki aset di atas Rp250 miliar.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

Keringanan Sanksi Pajak Berlaku Mulai Oktober 2026
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

IHSG Naik 4,9% di Akhir Pekan, Investor Asing Beli Bersih Rp1,28 Triliun
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

8 Komoditas Pangan Swasembada, Stok Beras Tembus 4,6 Juta Ton
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

Indonesia Alihkan Pasokan Gas ke Dalam Negeri
Senin, 26 Oktober 2026, 09.24 WITA

