Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad tegaskan pasar modal nasional memiliki fundamental kuat dan mampu menentukan status global tanpa bergantung pada penilaian eksternal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Sufmi Dasco Ahmad menegaskan keyakinan terhadap kekuatan fundamental pasar modal Indonesia, menyusul isu rencana penurunan klasifikasi bursa oleh MSCI. Ia menilai bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk menentukan arah dan peringkat pasar modal secara mandiri, asalkan seluruh pelaku industri bergerak bersama. Menurutnya, keberhasilan ini bergantung pada sinergi antara pemerintah, regulator, dan pelaku pasar dalam memperkuat transparansi serta kualitas pasar.

Dalam pernyataan melalui media sosial, Dasco menekankan pentingnya persatuan untuk menghadapi tantangan global, termasuk penilaian indeks pasar internasional. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu menunggu otoritas global untuk menentukan kualitas pasar modalnya sendiri. "Di Bursa kita, bersama akan kita buat dan tentukan rating kita sendiri," tegasnya, menekankan semangat kolaborasi dan kemandirian.

MSCI saat ini sedang dalam tahap konsultasi publik terkait rencana reklasifikasi pasar saham Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market. Keputusan akhir dijadwalkan pada akhir Juni 2027, dengan kemungkinan penyampaian pembaruan sementara selama proses konsultasi. Penilaian ini didasarkan pada kekhawatiran terhadap investabilitas pasar, termasuk transparansi kepemilikan saham dan praktik perdagangan yang dinilai terkoordinasi.

Status Standalone Market menempatkan suatu negara di luar kategori utama pasar maju, berkembang, atau perintis. Dalam klasifikasi ini, saham negara tidak lagi termasuk dalam indeks global utama seperti MSCI Emerging Markets Index. Meski MSCI tetap menghitung indeks saham Indonesia secara terpisah, pasar tersebut tidak lagi menjadi bagian dari portofolio acuan bagi mayoritas manajer investasi global. Namun, hal ini tidak mengurangi potensi Indonesia untuk memperkuat posisinya melalui reformasi internal dan konsistensi kebijakan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya